Ketua Umum Forum silaturahmi Betawi Indonesia.” FORSBI ” Meninjau dua batu chiser di desa Segara jaya kab. Bekasi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketua Umum Forum silaturahmi Betawi Indonesia.” FORSBI ” Meninjau dua batu Kiser di desa Segara jaya kab. Bekasi
BEKASI – 12 – 09 – 2026 – kampung Pandawa lima kabupaten Bekasi yang berada di desa segara jaya kabupaten Bekasi di temukan Ada Batu kiser di mana batu tersebut adalah sebagai alat untuk mesin penggiling tebu pada jaman kolonial Belanda sekitarvabad 17-18 M yang Mana batu chiser tersebut banyak di gunakan sebagai alat untuk menggiling produksi tebu untuk di jadikan gula .
Sementara menurut penelusuran sejarah yang kami ketahui pada jaman itu tempat pabrik gula itu adanya di kampung penggilingan Cakung Jakarta Timur yang mana banyak sekali bukti bukti peninggalan Batu kiser tersimpan dan terawat rapih ada di halaman rumah warga asli pribumi kampung penggilingan

Dan itu sudah di tinjau langsung oleh para ahli astrologi dan juga kepala. Dinas pariwisata dan kebudayaan wali kota jakarta timur bersama dengan team cagar budaya datang untuk memastikan kebenaran dan sekaligus untuk meneliti apakah benar batu batu kiser tersebut benarvdi gunakan pada tempondulu untuk menjadi alat untuk menggiling tebu menjadi menjadi gula
Hingga akhirnya sekarang kampung penggilingan sudah di jadikan kampung cagar budaya batu penggilingan yang di resmikan oleh dinas pariwisata DKI JAKARTA TIMUR. sebagai kampung cagar budaya batu penggilingan
namun kali ini batu kiser tersebut di temukan di lokasi yang sangat jauh dari kampung penggilingan melainkan berada jauh dari kampung penggilingan kampung tersebut berada pinggir pesisir laut di desa segara jaya kabupaten Bekasi tepatnya di kampung Pandawa lima kabupaten Bekasi
Menurut informasi yang kami dapat idari sekitar warga setempat pada dahulunya kampung Pandawa lima ini tidak pernah ada satu pun masyarakat yang memiliki pabrik gilingan tebu apa lagi padi karna kebanyakan masyarakat di kampung Pandawa ini hampir mayoritas adalah nelayan pencari hasil laut bukan petani

Dan itu pun dahulunya hanya terdapat lima rumah penduduk yang tinggal dan menetap di desa segara jaya kemudian dengan bertambahnya penduduk maka kampung Pandawa ini terus bertambahnya jumlah penduduk dan semakin ramai dengan pertambahan jumlah penduduknya maka masyarakat sering menyebut nya kampung Pandawa lima dengan beriring dan berjalannya waktu hingga bertambah juga rumah namun dari lima rumah penduduk itulah muncul nama sebutan kampung Pandawa lima yang terletak di desa segara jaya kabupaten Bekasi
Pada saat ketua umum forum silaturahmi Betawi Indonesia ( FORSBI ) Muhammad Jaya melintas di desa segara jaya melihat dengan jelas di halaman rumah warga ada dua batu Kiser yang bentuk dan ukurannya menyerupai batu kiser yang ada di kampung penggilingan Cakung Jakarta Timur
Dengan ada nya temuan batu kiser di kampung pandawa lima tersebut tepatnya desa segara jaya maka bang jaya ketua umum FORSBI
Merasa tertarik dengan temuan batu penggilingan (crusher ) yang berada di kampung Pandawa lima desa segara jaya kabupaten Bekasi untuk lebih dalam menggali informasi baik dari masyarakat maupun tokoh warga pribumi yang mungkin dapat memberikan informasi terkait keberadaan dua batu penggilingan ( kiser ) di desa segara jaya kabupaten Bekasi
Asal muasal nama sebuah kampung Pandawa lima desa Segara jaya menurut informasi yang kami dapat di lokasi pada waktu itu dahulu nya menurut salah satu warga yang kami temui yang dahulu nya hanya ada 5 rumah penduduk yang tinggal di desa segara jaya rumah rumah itu adalah
Rumah pertama adalah pak Edy
Rumah kedua. BPK sukron
Rumah ketiga. Timah
Rumah ke empat ropidi
Rumah ke lima pajeng
Dari ke lima rumah penduduk itu lah yang menjadikan cikal nama sebutan kampung yang sekarang di kenal dengan sebutan kampung Pandawa lima “Ucap bapk Dani ”
Jurnalis : Muhammad Jaya
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar