Kebakaran Muara Angke Hanguskan 60 Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebakaran Muara Angke Hanguskan 60 Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jalan Dermaga Ujung, RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (26/8/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 60 rumah warga di kawasan Muara Angke dan menyebabkan ratusan orang terdampak.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.50 WIB. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu kemudian bergerak menuju lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 18.54 WIB.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dengan 132 personel dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (27/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.12 WIB. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.400 meter persegi.
Data petugas menunjukkan bahwa kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 180 kepala keluarga atau lebih dari 700 jiwa. Selain menyebabkan kerusakan dan kehilangan tempat tinggal, peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua orang mengalami luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis.
Setelah api berhasil dikendalikan, kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Petugas Polsek Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara serta memasang garis polisi di sekitar area yang terdampak.
Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk membantu mengungkap kronologi kejadian. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui dari mana api pertama kali muncul dan bagaimana kebakaran dapat menyebar hingga menghanguskan puluhan rumah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi menyatakan bahwa penyebab kebakaran harus ditentukan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri apabila diperlukan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area yang masih dalam proses pemeriksaan. Garis polisi dipasang untuk menjaga lokasi tetap aman sekaligus memastikan proses pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan dapat berlangsung tanpa gangguan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Jarak antarrumah yang berdekatan dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila tidak segera ditangani. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi sumber api serta pemeriksaan kondisi instalasi listrik menjadi hal penting untuk diperhatikan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama petugas terkait juga diharapkan dapat melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Penanganan pascakebakaran menjadi penting mengingat banyak keluarga harus menghadapi kerusakan tempat tinggal dan kehilangan barang-barang akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, proses penyelidikan kepolisian masih berlangsung. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kebakaran sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi di kawasan Muara Angke.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar