Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
Polda Riau mengambil langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membagikan sebanyak 2.500 masker kepada warga di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru, Selasa (25/8/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menangani karhutla secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemadaman api, tetapi juga dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang berpotensi terdampak asap.
Pembagian masker dilakukan oleh personel gabungan dari Direktorat Samapta, Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Rumah Sakit Bhayangkara, serta Bidang Humas Polda Riau. Petugas menyasar sejumlah lokasi yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi sehingga masker dapat langsung diberikan kepada pengendara maupun warga yang sedang beraktivitas di luar rumah.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan antara lain persimpangan di depan Kantor Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sultan Syarif Qasim, serta Jalan Nangka. Di titik-titik tersebut, personel kepolisian membagikan masker sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi udara mulai terdampak asap karhutla.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, pembagian masker merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi karhutla di wilayah Riau. Menurutnya, penanganan kebakaran tidak cukup hanya dengan memusatkan perhatian pada titik api, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
Di lapangan, personel kepolisian bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan terus melakukan pemadaman serta pendinginan di wilayah yang terdampak kebakaran. Pada saat bersamaan, perlindungan terhadap warga juga dilakukan melalui pembagian masker dan imbauan kesehatan agar masyarakat dapat mengurangi paparan asap.
Akmadi menegaskan bahwa karhutla memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar munculnya titik api. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan apabila paparan terjadi dalam waktu tertentu. Karena itu, langkah pencegahan dan perlindungan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan operasi pemadaman di lapangan.
Polda Riau juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika berada di wilayah yang mulai terdampak asap, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga diminta mempertimbangkan kembali kegiatan di luar rumah yang tidak terlalu diperlukan apabila kualitas udara mengalami penurunan.
Selain itu, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi agar dampak buruk akibat paparan asap dapat ditangani sedini mungkin.
Penanganan karhutla di Riau saat ini dilakukan melalui berbagai pendekatan. Selain pemadaman dan pendinginan, aparat bersama pemerintah daerah dan pihak terkait juga melakukan pemantauan titik panas dan titik kebakaran, patroli, penegakan hukum, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun personel yang bertugas di lapangan.
Langkah pembagian masker tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya mengendalikan api, tetapi juga pada keselamatan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kehidupan warga.
Polda Riau bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di sejumlah wilayah. Masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam mencegah munculnya kebakaran baru serta mengikuti imbauan keselamatan apabila kondisi udara mulai dipengaruhi kabut asap.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar