Kementerian Keuangan Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC, Restrukturisasi Whoosh Dipercepat
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kementerian Keuangan Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC, Restrukturisasi Whoosh Dipercepat
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah strategis dengan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang sebelumnya berada di bawah konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya restrukturisasi pengelolaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh agar memiliki struktur pembiayaan dan tata kelola yang lebih kuat serta berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa proses pengalihan kepemilikan saham tersebut akan dipercepat dan ditargetkan selesai pada pertengahan September. Setelah proses tersebut rampung, kepemilikan saham konsorsium BUMN di KCIC akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan melalui skema Special Mission Vehicle (SMV). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian restrukturisasi pembiayaan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap proyek strategis nasional tersebut.
Dalam struktur kepemilikan KCIC, Indonesia tetap menguasai 60 persen saham, sedangkan 40 persen sisanya masih dimiliki oleh konsorsium perusahaan asal China. Dengan demikian, komposisi kepemilikan antara kedua negara tidak mengalami perubahan. Yang berubah adalah pengelolaan saham milik Indonesia yang kini dialihkan dari konsorsium BUMN kepada Kementerian Keuangan sebagai bagian dari penataan kelembagaan.
Pemerintah menegaskan bahwa pengambilalihan tersebut bukan berarti seluruh pembiayaan proyek akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengelolaan pembiayaan dan restrukturisasi utang akan dilakukan melalui perusahaan-perusahaan khusus atau Special Mission Vehicle yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap proses restrukturisasi dapat berjalan lebih efisien tanpa memberikan tekanan langsung terhadap kondisi fiskal negara.
Langkah restrukturisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek Whoosh yang selama ini menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia. Pemerintah menilai penguatan tata kelola sangat diperlukan agar operasional kereta cepat semakin optimal, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun keberlanjutan aspek bisnis dalam jangka panjang.
Selain memperbaiki struktur pembiayaan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek operasional KCIC, termasuk efisiensi pengelolaan aset, pengembangan layanan, serta peluang ekspansi jaringan kereta cepat di masa mendatang. Sejumlah pihak berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan transportasi modern berbasis rel berkecepatan tinggi.
Pengambilalihan saham oleh Kementerian Keuangan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan secara sehat, transparan, dan memiliki fondasi keuangan yang kuat. Dengan tata kelola yang lebih terintegrasi, diharapkan KCIC mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan sektor transportasi nasional pada masa mendatang.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar