Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintah » Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara

Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara

  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Kecam Dugaan Korupsi Dana Pakan Satwa KBS, Rajiv: Kerugian Bukan Sekadar Uang Negara

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengecam dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan dana pengadaan pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kasus tersebut menjadi perhatian karena dana yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan dan menjaga kesejahteraan satwa diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

Dugaan korupsi tersebut disebut berkaitan dengan dana pakan satwa yang nilainya mencapai sekitar Rp10,2 miliar. Dalam perkara ini, dugaan penyimpangan dilakukan melalui pembuatan bukti transaksi fiktif. Praktik tersebut dinilai tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan pengelolaan satwa yang berada di KBS.

Rajiv menilai persoalan tersebut harus dilihat secara lebih luas. Menurutnya, apabila dana yang dialokasikan untuk kebutuhan pakan satwa diselewengkan, maka dampaknya tidak berhenti pada hilangnya uang negara. Ada tanggung jawab terhadap makhluk hidup yang ikut terdampak karena anggaran yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka justru diduga disalahgunakan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan kebun binatang membutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ketersediaan pakan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam pengelolaan satwa. Karena itu, penggunaan anggaran untuk keperluan tersebut harus mendapatkan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyimpangan.

Menurut Rajiv, penegakan hukum terhadap dugaan korupsi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta menelusuri bagaimana mekanisme penyimpangan dana tersebut berlangsung. Langkah tersebut penting untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Selain aspek hukum, persoalan ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan Kebun Binatang Surabaya. Pengelolaan anggaran, pengadaan kebutuhan pakan, hingga mekanisme pengawasan harus diperkuat agar seluruh dana yang tersedia benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Rajiv juga menyoroti pentingnya memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kebun binatang. Menurutnya, keberadaan satwa di lembaga konservasi bukan hanya menjadi aset daerah atau daya tarik wisata, tetapi juga memiliki nilai konservasi dan edukasi yang harus dijaga.

Dugaan penyalahgunaan dana pakan tersebut pun diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan lembaga konservasi. Pengawasan internal dan eksternal harus berjalan secara efektif sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sejak awal.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi tidak semata-mata bertujuan menyelamatkan keuangan negara. Dalam konteks pengelolaan fasilitas konservasi, penyimpangan anggaran dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk terhadap keberlangsungan program konservasi dan kesejahteraan satwa.

Karena itu, proses hukum terhadap dugaan korupsi dana pakan KBS diharapkan dapat berjalan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga menunggu adanya kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut serta langkah perbaikan tata kelola agar pengelolaan KBS dapat berjalan lebih transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan konservasi.

Jurnalis : Danilo Fernandes

 

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Safari Jokowi, Politikus Golkar: Kerja Politik Itu Tanpa Batas Ruang dan Waktu

    Soal Safari Jokowi, Politikus Golkar: Kerja Politik Itu Tanpa Batas Ruang dan Waktu

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Soal Safari Jokowi, Politikus Golkar: Kerja Politik Itu Tanpa Batas Ruang dan Waktu Politikus Partai Golkar menilai aktivitas mantan Presiden Joko Widodo yang belakangan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah merupakan bagian dari dinamika politik yang lumrah terjadi. Menurutnya, aktivitas seorang tokoh politik tidak berhenti hanya karena telah menyelesaikan masa jabatannya. Dalam dunia politik, komunikasi dengan […]

  • Prabowo Canangkan Proyek Besar Jalur Kereta Trans Sumatra dan Trans Kalimantan untuk Perkuat Konektivitas Nasional

    Prabowo Canangkan Proyek Besar Jalur Kereta Trans Sumatra dan Trans Kalimantan untuk Perkuat Konektivitas Nasional

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Prabowo Canangkan Proyek Besar Jalur Kereta Trans Sumatra dan Trans Kalimantan untuk Perkuat Konektivitas Nasional Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pembangunan jaringan kereta api lintas pulau sebagai salah satu proyek strategis nasional yang akan menjadi fondasi penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam arahannya, Presiden menugaskan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api […]

  • Pascagempa, Polri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Posko Ronting Manggarai Timur

    Pascagempa, Polri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Posko Ronting Manggarai Timur

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pascagempa, Polri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Posko Ronting Manggarai Timur Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut mendorong jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk turun langsung membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada di lokasi […]

  • Polres Nagekeo Hadirkan Posko Terpadu untuk Warga Terdampak Gempa

    Polres Nagekeo Hadirkan Posko Terpadu untuk Warga Terdampak Gempa

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Polres Nagekeo Hadirkan Posko Terpadu untuk Warga Terdampak Gempa Polres Nagekeo menghadirkan posko terpadu sebagai bentuk respons cepat terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi. Kehadiran posko tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memastikan proses penanganan pascabencana dapat berlangsung secara terkoordinasi dan efektif. Posko terpadu menjadi salah satu pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan […]

  • Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

    Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan pentingnya sinkronisasi dan konsistensi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut disampaikannya secara daring dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2027 dari Jakarta, Senin (27/4/2026). Dalam kesempatan itu, Ribka menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) […]

  • Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi

    Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Purnawirawan Jenderal Polri Divonis Bebas di Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi Seorang purnawirawan jenderal Polri dinyatakan bebas dalam perkara dugaan korupsi pengadaan smartboard di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Putusan tersebut menjadi perhatian karena perkara ini sebelumnya berkaitan dengan proses pengadaan perangkat teknologi untuk mendukung kegiatan pendidikan di daerah tersebut. Majelis hakim yang menangani perkara […]

expand_less