Wakapolri Sambut 282 Perwira Remaja Akpol: Hari Ini Kebanggaan, Esok Pembuktian!
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakapolri Sambut 282 Perwira Remaja Akpol: Hari Ini Kebanggaan, Esok Pembuktian!
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo, memimpin langsung tradisi penyambutan terhadap 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 yang baru saja dilantik oleh Presiden Republik Indonesia. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri tersebut menjadi awal perjalanan para lulusan Akpol dalam mengemban amanah sebagai perwira Polri yang akan bertugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan bahwa pelantikan sebagai perwira bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Ia mengingatkan para perwira muda agar tidak terlena dengan kebanggaan yang dirasakan saat ini, karena tantangan sesungguhnya akan dimulai ketika mereka menjalankan tugas di tengah masyarakat. Pesan yang paling ditekankan adalah bahwa kebanggaan hari ini harus dibuktikan melalui dedikasi, integritas, serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Komjen Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa seorang perwira Polri harus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, mampu menjadi teladan bagi anggota, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi institusi Polri semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional dan transparan. Oleh karena itu, setiap perwira dituntut terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran yang berkelanjutan.
Tradisi penyambutan tersebut diikuti oleh 282 Perwira Remaja yang terdiri atas 249 Polisi Laki-laki (Polki) dan 33 Polisi Wanita (Polwan). Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan kepada Panji-panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, pembacaan ikrar, tradisi mencium Panji-panji Kepolisian, pengalungan bunga, hingga penyerahan pedang perwira. Seluruh prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pengabdian para lulusan Akpol sebagai calon pemimpin di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Wakapolri juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi institusi Polri. Kepercayaan tersebut, menurutnya, tidak dibangun melalui pangkat maupun jabatan, melainkan melalui integritas, keteladanan, profesionalisme, serta pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh sebab itu, setiap anggota Polri harus mampu menjaga etika, menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
Selain menanamkan nilai integritas, para Perwira Remaja juga akan memasuki tahapan pendidikan lanjutan sebagai peserta didik untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, pemahaman organisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa depan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter perwira yang adaptif, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui tradisi penyambutan ini, Polri berharap seluruh Perwira Remaja Akpol Angkatan ke-58 mampu menjadi generasi penerus yang membawa perubahan positif bagi institusi. Dengan menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian, para perwira muda diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Saat ini belum ada komentar