Viral Aksi Komplotan Copet Beraksi di Setiabudi, Polisi Lakukan Pengejaran terhadap Para Pelaku
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Viral Aksi Komplotan Copet Beraksi di Setiabudi, Polisi Lakukan Pengejaran terhadap Para Pelaku
Aksi dugaan pencopetan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik setelah rekaman peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral, korban diduga kehilangan dompet saat berjalan kaki di trotoar kawasan Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di sekitar Stasiun LRT Setiabudi dan area tangga penyeberangan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok pelaku yang bekerja secara terorganisir dengan memanfaatkan keramaian di lokasi.
Berdasarkan informasi yang beredar, para pelaku diduga menggunakan modus beraksi secara berkelompok. Salah seorang pelaku diduga mengambil dompet milik korban, sementara pelaku lainnya bertugas mengalihkan perhatian dan segera memindahkan barang hasil kejahatan kepada rekannya. Cara tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak sekaligus menyulitkan korban maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk mengenali pelaku utama.
Video yang memperlihatkan dugaan aksi pencopetan tersebut pertama kali menarik perhatian masyarakat setelah diunggah ke media sosial. Dalam rekaman itu terlihat beberapa orang mengelilingi korban ketika sedang berjalan di trotoar. Tidak lama kemudian, para pelaku diduga meninggalkan lokasi secara terpisah sehingga aksi mereka tampak seperti aktivitas masyarakat pada umumnya. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai tanggapan dari warganet yang meminta aparat segera menangkap para pelaku.
Menindaklanjuti video yang beredar, jajaran Kepolisian Sektor Metro Setiabudi langsung melakukan penyelidikan. Petugas diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan informasi dari saksi di sekitar lokasi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperkirakan dapat membantu mengidentifikasi para pelaku. Polisi juga membentuk tim untuk memburu kelompok yang diduga terlibat dalam aksi pencopetan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian menyampaikan bahwa korban belum membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski demikian, proses penyelidikan tetap dilakukan berdasarkan informasi dan rekaman video yang telah beredar di masyarakat. Polisi berharap korban segera melapor agar proses penyidikan dapat berjalan lebih optimal, termasuk dalam melengkapi alat bukti dan mempercepat proses identifikasi para pelaku.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan jalanan masih berpotensi terjadi di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat. Pelaku pencopetan umumnya memanfaatkan kelengahan korban, terutama saat sedang berjalan kaki, menggunakan telepon genggam, membawa tas tanpa pengawasan, atau berada di lokasi dengan tingkat mobilitas tinggi. Oleh karena itu, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang berharga yang dibawa ketika berada di ruang publik.
Kepolisian juga mengajak masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui informasi mengenai identitas para pelaku ataupun menemukan kejadian serupa di wilayah lain. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu aparat mengungkap jaringan pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan. Selain itu, keberadaan rekaman CCTV maupun dokumentasi dari masyarakat dapat menjadi alat bukti yang memperkuat proses penyidikan.
Penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlangsung. Aparat kepolisian berkomitmen mengusut tuntas dugaan aksi pencopetan tersebut serta memburu seluruh pelaku yang terlibat agar dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah Jakarta Selatan.
Jurnalis : Lintang
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar