Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kriminal » Polisi Amankan 19 Orang Terkait Tawuran Maut di Kebon Jeruk, Tiga Terduga Pembacok Ditangkap

Polisi Amankan 19 Orang Terkait Tawuran Maut di Kebon Jeruk, Tiga Terduga Pembacok Ditangkap

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi Amankan 19 Orang Terkait Tawuran Maut di Kebon Jeruk, Tiga Terduga Pembacok Ditangkap

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin (26/10/2026) dini hari tersebut mengakibatkan seorang pria meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat kekerasan. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengidentifikasi empat orang yang diduga berperan langsung dalam penyerangan terhadap korban.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengungkapkan, 19 orang yang diamankan terdiri atas tujuh orang dewasa dan 12 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Penyidik masih memeriksa mereka untuk mendalami peran masing-masing dalam rangkaian kejadian, termasuk dugaan keterlibatan dalam penyerangan maupun pengorganisasian tawuran.

Nasriadi menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, terdapat empat orang yang diduga menjadi pelaku utama kekerasan terhadap korban. Tiga orang di antaranya diduga melakukan pembacokan, sedangkan satu orang lainnya diduga menyiramkan air keras. Polisi menyatakan ketiga orang yang diduga melakukan pembacokan telah diamankan, sementara satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras masih dalam pengejaran.

Peristiwa tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat sekitar pukul 03.15 WIB mengenai seorang pria yang tergeletak di Jalan Salman. Petugas yang mendatangi lokasi kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap bentuk kekerasan yang dialami korban dan peran setiap orang yang diduga terlibat. Polisi masih mendalami kronologi secara menyeluruh berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang dikumpulkan.

Dalam perkembangan penyidikan, polisi menemukan dugaan keterlibatan empat kelompok yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal, dan Samudra. Menurut Nasriadi, kelompok-kelompok tersebut diduga memanfaatkan media sosial untuk mengatur pertemuan, mengumpulkan anggota, serta memprovokasi aksi saling serang. Dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Polisi juga mengamankan empat akun media sosial beserta para adminnya yang diduga berkaitan dengan pengaturan tawuran. Berdasarkan pemeriksaan awal, akun-akun tersebut diduga digunakan untuk mengunggah ajakan tawuran, menghimpun anggota, serta merekam dan menyiarkan kejadian melalui fitur siaran langsung. Penyidik masih menelusuri hubungan aktivitas akun tersebut dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan mengatakan, motif di balik tawuran masih didalami. Salah satu kemungkinan yang sedang ditelusuri adalah keinginan memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk dugaan mencari keuntungan melalui siaran langsung. Namun, dugaan motif tersebut belum menjadi kesimpulan akhir dan masih harus diuji berdasarkan hasil pemeriksaan.

Edy menegaskan bahwa penyidik membedakan peran setiap orang yang diamankan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan kekerasan secara langsung, pihak yang merencanakan atau menggerakkan tawuran, serta orang-orang yang memiliki keterkaitan lain dengan kejadian. Pendalaman tersebut diperlukan agar penanganan hukum didasarkan pada peran dan bukti terhadap masing-masing individu.

Terhadap 12 anak yang berhadapan dengan hukum, penyidik akan menempuh mekanisme diversi sesuai ketentuan perundang-undangan apabila persyaratannya terpenuhi. Diversi merupakan penyelesaian perkara anak melalui pendekatan di luar proses peradilan pidana dalam kondisi yang ditentukan oleh hukum. Sementara itu, tujuh orang dewasa diproses berdasarkan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkara ini, polisi mendalami penerapan ketentuan pidana terkait kekerasan secara bersama-sama, penganiayaan, serta kepemilikan senjata tajam. Penentuan pasal dan pertanggungjawaban pidana akan mengacu pada fakta yang ditemukan selama penyidikan. Status sebagai orang yang diamankan atau diduga terlibat tidak serta-merta membuktikan kesalahan sebelum proses hukum menetapkannya.

Kasus tawuran yang berujung pada hilangnya nyawa ini kembali menyoroti risiko penggunaan media sosial untuk menghasut kekerasan. Ajakan yang disebarkan melalui platform digital dapat mempertemukan kelompok yang berselisih dan meningkatkan potensi bentrokan. Karena itu, penelusuran aktivitas akun serta komunikasi yang berkaitan dengan kejadian menjadi salah satu aspek penting dalam pengungkapan perkara.

Polres Metro Jakarta Barat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam aktivitas pergaulan dan penggunaan media sosial. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran maupun konten yang mendorong tindakan kekerasan. Penggunaan media sosial diharapkan diarahkan pada kegiatan yang positif dan tidak membahayakan orang lain.

Hingga perkembangan yang disampaikan pada Rabu (28/10/2026), penyidik masih mengejar satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras serta mendalami keterlibatan pihak-pihak lainnya. Polisi melanjutkan pemeriksaan terhadap 19 orang yang telah diamankan dan menelusuri dugaan peran empat kelompok dalam peristiwa tersebut. Pengungkapan perkara diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Jurnalis : Rika Anggun Lestari

author avatar
Rika Anggun Lestari
  • Penulis: Rika Anggun Lestari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis, Sidokkes Polres Muara Enim Lakukan Pemeriksaan Makanan Sebelum Didistribusikan

    Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis, Sidokkes Polres Muara Enim Lakukan Pemeriksaan Makanan Sebelum Didistribusikan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis, Sidokkes Polres Muara Enim Lakukan Pemeriksaan Makanan Sebelum Didistribusikan Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Muara Enim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi […]

  • Pria di Tanjung Priok Diduga Diculik dan Dianiaya hingga Meninggal, Tiga Orang Jadi Tersangka

    Pria di Tanjung Priok Diduga Diculik dan Dianiaya hingga Meninggal, Tiga Orang Jadi Tersangka

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Pria di Tanjung Priok Diduga Diculik dan Dianiaya hingga Meninggal, Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus meninggalnya seorang pria berinisial EY (28) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tengah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara. Korban sebelumnya diduga dijemput secara paksa dari rumahnya oleh sejumlah orang sebelum kemudian mengalami penganiayaan dan ditemukan warga dalam kondisi membutuhkan […]

  • SPN Polda Metro Jaya Asah Empati Siswa Lewat Bakti Sosial

    SPN Polda Metro Jaya Asah Empati Siswa Lewat Bakti Sosial

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

      Sebanyak 774 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Ajaran 2026 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya mengikuti kegiatan bakti sosial di kawasan Bodogol, Desa Watesjaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter calon anggota Polri agar tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan mental yang kuat, tetapi juga […]

  • Prabowo, Jokowi, dan Gibran Baik-baik Saja….

    Prabowo, Jokowi, dan Gibran Baik-baik Saja….

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Prabowo, Jokowi, dan Gibran Disebut Tetap Baik-baik Saja Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak ada persoalan dalam hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di tengah munculnya perhatian publik terhadap hubungan keduanya setelah posisi duduk Gibran dalam salah satu Sidang Kabinet Paripurna sempat menjadi sorotan. […]

  • Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung, Polisi Bentuk Tim Gabungan untuk Memburu Pelaku

    Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung, Polisi Bentuk Tim Gabungan untuk Memburu Pelaku

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung, Polisi Bentuk Tim Gabungan untuk Memburu Pelaku Polda Jawa Barat membentuk tim gabungan untuk mempercepat pengungkapan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung. Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai langkah serius aparat kepolisian dalam mengejar pelaku yang hingga kini masih dalam pencarian serta mengusut secara […]

  • Polri Diuji Usut Korporasi di Balik Karhutla, 13 Perusahaan Telah Jadi Tersangka

    Polri Diuji Usut Korporasi di Balik Karhutla, 13 Perusahaan Telah Jadi Tersangka

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Polri Diuji Usut Korporasi di Balik Karhutla, 13 Perusahaan Telah Jadi Tersangka JAKARTA – Keseriusan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengusut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan keterlibatan perusahaan yang beroperasi di kawasan terdampak kebakaran. Penegakan hukum kini tidak hanya diarahkan kepada pelaku perorangan, tetapi juga korporasi yang diduga […]

expand_less