Polisi Buru Dua Terduga Penembak Driver Ojol di Sukabumi, Korban Alami Luka di Leher Belakang
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Buru Dua Terduga Penembak Driver Ojol di Sukabumi, Korban Alami Luka di Leher Belakang
SUKABUMI – Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Jawa Barat, memburu dua orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial MZ (24). Peristiwa yang terjadi di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Minggu (25/10/2026) dini hari tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian belakang leher. Polisi kini mendalami kejadian itu melalui pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
Korban diketahui merupakan pengemudi ojek online Maxim yang saat kejadian sedang beristirahat setelah mengantarkan penumpang. Insiden tersebut berlangsung di sekitar Toko Bangunan Roda Mas, Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban mendengar suara letusan yang menyerupai tembakan senapan angin sebelum merasakan sakit pada bagian belakang lehernya.
Kasubbag Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Ade Ruli Bachtiar, menjelaskan bahwa petugas langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Polisi mendatangi lokasi untuk mengumpulkan bukti, meminta keterangan sejumlah saksi, dan memeriksa rekaman CCTV yang berpotensi membantu mengidentifikasi orang-orang yang berada di sekitar TKP saat peristiwa berlangsung.
Menurut keterangan awal korban kepada polisi, kejadian bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Seusai menyelesaikan pesanan, MZ berhenti untuk beristirahat di sebuah toko yang berada di seberang Toko Bangunan Roda Mas. Saat itu, ia masih bersama dua rekannya yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ketiganya memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sambil menunggu pesanan berikutnya.
Situasi berubah ketika kedua rekan korban mendapatkan pesanan penumpang dan meninggalkan lokasi. MZ kemudian berada seorang diri di tempat tersebut. Sebelum terdengar suara letusan, korban sempat melihat dua orang yang dianggap mencurigakan sedang berada di sekitar bagian bawah Toko Bangunan Roda Mas. Kedua orang itu terlihat menggunakan sepeda motor jenis bebek, tetapi identitas maupun tujuan mereka berada di lokasi tersebut belum diketahui secara pasti.
Tidak lama setelah melihat kedua orang tersebut, MZ yang sedang memperhatikan telepon genggamnya mendengar suara letusan menyerupai tembakan senapan angin. Pada saat bersamaan, ia merasakan benturan keras di bagian belakang leher, seperti terkena lemparan batu. Korban kemudian mengalami pusing dan penglihatannya sempat menjadi buram. Ketika menyadari bagian lehernya mengeluarkan darah, ia segera berusaha mencari pertolongan.
Dalam kondisi terluka, MZ berlari menjauh dari lokasi awal untuk meminta bantuan. Ia kemudian bertemu dengan seorang pemulung yang sedang beristirahat di emperan bangunan. Orang tersebut mengetahui bahwa korban mengalami luka pada bagian belakang leher setelah melihat darah yang keluar dari area tersebut. Tidak lama kemudian, seorang rekan korban berinisial K (38) kembali ke lokasi dan mendapati MZ dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis.
Rekan korban selanjutnya membawa MZ ke RSUD R. Syamsudin S.H. Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan kepolisian yang disampaikan pada Senin (26/10/2026), korban mengalami luka yang diduga berasal dari tembakan dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Korban juga dilaporkan menunggu tindakan medis berupa operasi untuk menangani luka yang dialaminya.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan penembakan tersebut. Ia menyatakan bahwa dua orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu masih dalam penyelidikan. Polisi juga menegaskan bahwa dugaan keterlibatan kelompok geng motor yang sempat beredar di masyarakat belum menjadi kesimpulan penyidik.
Menurut Hartono, penyidik masih memaksimalkan pemeriksaan TKP untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut. Ia menyebut dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya tindakan yang direncanakan, tetapi hal itu masih harus didalami berdasarkan bukti dan keterangan yang berhasil dikumpulkan. Karena itu, polisi belum menyampaikan motif pasti maupun identitas orang yang diduga melakukan penembakan.
Pemeriksaan CCTV menjadi salah satu langkah penting dalam proses pengungkapan perkara. Rekaman dari kamera pengawas di sekitar Jalan Stasiun Timur diharapkan dapat membantu penyidik menelusuri pergerakan orang dan kendaraan sebelum maupun sesudah kejadian. Keterangan dari korban, saksi yang berada di sekitar lokasi, serta rekan sesama pengemudi ojol juga diperlukan untuk mencocokkan kronologi dan memperjelas dugaan keterlibatan dua orang yang terlihat sebelumnya.
Peristiwa tersebut turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online di Sukabumi, terutama mereka yang biasa menunggu pesanan pada malam hingga dini hari. Ketua Umum Komunitas Maxim Sukabumi atau Maximus, Hata Fahrizal, membenarkan bahwa korban merupakan mitra pengemudi ojol. Ia menyampaikan bahwa komunitas turut berupaya membantu penelusuran informasi, termasuk mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Hata juga berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan, khususnya lokasi yang minim penerangan pada malam hari. Menurutnya, pencahayaan jalan yang memadai dan peningkatan patroli dapat membantu menciptakan rasa aman bagi pengemudi maupun masyarakat yang beraktivitas hingga larut malam. Namun, penyebab pasti penembakan terhadap MZ masih belum diketahui dan belum dapat dikaitkan dengan motif tertentu.
Dalam penanganan kasus ini, polisi perlu memastikan jenis senjata yang digunakan, arah tembakan, serta kemungkinan hubungan antara korban dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Pemeriksaan forensik terhadap luka korban dan barang bukti yang ditemukan, apabila tersedia, dapat membantu memperjelas bagaimana insiden tersebut terjadi. Seluruh temuan tersebut akan dicocokkan dengan keterangan saksi dan rekaman CCTV sebelum penyidik mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Hingga Senin (26/10/2026), Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan dan memburu dua orang yang diduga berkaitan dengan penembakan tersebut. Identitas pelaku, motif kejadian, serta kepastian mengenai senjata yang digunakan masih menjadi bagian dari pendalaman. Polisi belum mengumumkan penangkapan tersangka dalam perkara ini dan masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Kasus penembakan terhadap pengemudi ojol ini menjadi perhatian karena terjadi ketika korban sedang menjalankan aktivitas sehari-hari untuk mencari nafkah. Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi mengenai identitas maupun motif pelaku sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian. Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa tersebut sekaligus memastikan proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar