Operasi Patuh 2026 Sasar Pelawan Arus, Polri Bangun Kesadaran Bersama\
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Operasi Patuh 2026 Sasar Pelawan Arus, Polri Bangun Kesadaran Bersama\
JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian utama dalam operasi tersebut adalah pengendara yang melawan arus karena perilaku itu berpotensi memicu kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.\
Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal Polisi Aries Syahbudin menegaskan, Operasi Patuh 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran. Operasi ini diarahkan untuk membangun kesadaran hukum masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku pengendara agar lebih disiplin dan bertanggung jawab ketika berada di jalan raya.\
Menurut Aries, keberhasilan operasi tidak cukup diukur dari banyaknya pengendara yang dikenai sanksi tilang. Hal yang lebih penting adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sehingga tercipta kebiasaan berkendara yang aman, tertib, dan saling menghormati.\
Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri meminta seluruh jajaran kepolisian lalu lintas di tingkat Polda dan Polres memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran melawan arus. Pengawasan tersebut disertai upaya pencegahan dan edukasi agar masyarakat memahami risiko yang dapat muncul akibat tindakan yang kerap dianggap sepele.\
Melawan arus merupakan pelanggaran yang dapat menimbulkan konflik dengan kendaraan dari arah berlawanan. Situasi tersebut berisiko menyebabkan tabrakan, terutama ketika pengendara melaju di jalan dengan lalu lintas padat atau pada lokasi yang memiliki jarak pandang terbatas. Karena itu, kepatuhan terhadap arah perjalanan dan rambu lalu lintas menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama.\
Selain pengawasan, Operasi Patuh 2026 mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Petugas di lapangan diarahkan memberikan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara, termasuk pentingnya menggunakan helm sesuai standar bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, mematuhi rambu, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.\
Korlantas juga mendorong peningkatan edukasi \safety riding\ bagi pengendara sepeda motor dan \safety driving\ bagi pengemudi kendaraan lainnya. Sosialisasi diharapkan menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas otomotif, hingga pengemudi angkutan umum.\
Dalam penegakan hukum, kepolisian mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik. Petugas juga dapat memberikan teguran simpatik sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan membuat penindakan berjalan secara terarah sekaligus memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai pentingnya mematuhi aturan.\
Untuk menjaga profesionalisme pelaksanaan operasi, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa kegiatan penilangan harus didampingi personel Provos. Pengawasan internal ini dimaksudkan untuk memastikan tindakan petugas berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.\
Operasi Patuh 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”. Tema tersebut menekankan bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pengguna jalan.\
Polri berharap masyarakat tidak mematuhi aturan hanya ketika melihat petugas atau saat operasi berlangsung. Kesadaran berlalu lintas perlu diterapkan setiap hari, termasuk dengan memeriksa kelengkapan kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan, dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.\
Melalui Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri menargetkan terbentuknya budaya berlalu lintas yang lebih disiplin serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan. Perubahan perilaku pengendara diharapkan dapat membantu menekan risiko kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi semua orang.
\Jurnalis : Wulandari
- Penulis: Wulandari


Saat ini belum ada komentar