Satgas Damai Cartenz Temukan 559 Selongsong Peluru di Honai Tersembunyi di Hutan Intan Jaya
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Satgas Damai Cartenz Temukan 559 Selongsong Peluru di Honai Tersembunyi di Hutan Intan Jaya
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menemukan sebuah honai yang diduga menjadi tempat persinggahan atau persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan hutan Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam penelusuran tersebut, petugas menemukan 559 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter beserta sejumlah barang dan dokumen yang kini menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut.
Penemuan itu berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz sektor Intan Jaya melakukan penelusuran di kawasan hutan sekitar perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa. Lokasi tersebut berada di wilayah yang cukup terpencil dan tertutup oleh pepohonan serta tumbuhan di sekitarnya sehingga keberadaan bangunan sulit terlihat dari kejauhan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa honai tersebut diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman aparat untuk mengetahui fungsi bangunan serta kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas yang sedang diselidiki.
Honai merupakan rumah tradisional masyarakat pegunungan Papua yang memiliki bentuk dan karakteristik khas. Dalam kasus ini, bangunan yang ditemukan berada di tengah kawasan hutan dengan kondisi yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Penyamaran oleh pepohonan dan tumbuhan membuat lokasi tersebut tidak mudah dikenali dari kejauhan.
Selain 559 selongsong peluru, petugas melaporkan adanya sejumlah komponen senapan, dokumen identitas dan pribadi, serta catatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Aparat juga menemukan barang elektronik dan sejumlah barang lainnya yang turut diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.
Seluruh temuan tersebut menjadi perhatian dalam proses penyelidikan. Aparat masih perlu memeriksa asal-usul barang, isi dokumen, serta kemungkinan hubungan antara barang bukti dengan dugaan tindak pidana. Karena itu, keterkaitan setiap barang yang ditemukan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keberadaannya di lokasi.
Setelah melakukan pemeriksaan dan pendataan di tempat kejadian, personel Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian memusnahkan honai yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan atau persembunyian. Langkah tersebut, menurut keterangan aparat, dilakukan untuk mencegah bangunan kembali dimanfaatkan untuk aktivitas serupa.
Sementara itu, dokumen yang ditemukan dibawa untuk diperiksa lebih lanjut. Proses pendalaman diperlukan guna memastikan informasi yang tercantum di dalamnya serta menilai relevansinya dengan penyelidikan yang sedang berjalan. Aparat menegaskan bahwa penanganan barang bukti harus dilakukan secara cermat dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap setiap barang dan dokumen sebelum menarik kesimpulan mengenai keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana. Menurutnya, proses penegakan hukum harus mengutamakan profesionalitas, prosedur yang tepat, serta bukti yang telah diverifikasi.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, turut mengimbau masyarakat agar menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Ia menyatakan bahwa setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan identitas pemberi informasi.
Penemuan tersebut kembali menyoroti tantangan menjaga keamanan di wilayah pedalaman Papua Tengah, khususnya di daerah yang memiliki kondisi geografis berupa hutan lebat dan akses yang terbatas. Situasi tersebut membutuhkan koordinasi serta penanganan yang terukur agar kegiatan pengamanan dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat setempat.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyatakan akan melanjutkan upaya pemantauan dan penelusuran di wilayah yang dinilai rawan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menindaklanjuti informasi yang berkaitan dengan dugaan aktivitas kelompok bersenjata.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang dalam mengikuti perkembangan kasus ini. Hasil pemeriksaan terhadap barang bukti dan dokumen yang telah diamankan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai temuan di lokasi tersebut serta mendukung proses penegakan hukum yang sesuai dengan ketentuan.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar