Mutasi Polri Oktober 2026, Kapolri Suyudi Rotasi 14 Jenderal Bintang Dua ke Jabatan Strategis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mutasi Polri Oktober 2026, Kapolri Suyudi Rotasi 14 Jenderal Bintang Dua ke Jabatan Strategis
JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan sejumlah perwira tinggi di lingkungan Polri. Dalam kebijakan terbaru yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, sebanyak 199 perwira tinggi dan perwira menengah masuk dalam daftar pergantian maupun penataan jabatan, termasuk 14 jenderal berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) atau bintang dua.
Mutasi tersebut menjadi salah satu langkah penataan organisasi pada awal masa kepemimpinan Suyudi sebagai Kapolri. Pergeseran jabatan mencakup sejumlah satuan strategis, mulai dari Markas Besar Polri, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Korps Lalu Lintas (Korlantas), Korps Brigade Mobil (Brimob), lembaga pendidikan kepolisian, hingga jajaran kepolisian daerah.
Kebijakan mutasi tidak hanya berkaitan dengan pergantian pejabat, tetapi juga penyesuaian penempatan personel sesuai kebutuhan organisasi. Perubahan tersebut meliputi pergeseran dari satu jabatan ke jabatan lain, penugasan pada fungsi berbeda, serta pengisian posisi yang membutuhkan kepemimpinan dan pengalaman perwira tinggi.
Salah satu perubahan penting terjadi pada posisi Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri. Irjen Pol Wawan Muliawan yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri. Posisi Wakabaintelkam selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Anom Setyadji.
Perubahan juga terjadi pada jajaran kepala kepolisian daerah. Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dialihkan menjadi Staf Ahli Kapolri bidang sosial budaya. Jabatan yang ditinggalkannya diisi Irjen Pol Agus Wijayanto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara.
Posisi Kapolda Kalimantan Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Sementara itu, jabatan Kapolda Lampung yang sebelumnya diemban Irjen Pol Helfi Assegaf dialihkan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani. Helfi selanjutnya ditempatkan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur.
Di bidang penegakan hukum, mutasi turut menyentuh jajaran penyidik Bareskrim Polri. Irjen Pol Mukti Juharsa yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri dipindahkan menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri. Sebaliknya, Irjen Pol Eko Hadi Santoso yang sebelumnya menjabat pada fungsi penyidikan dipindahkan ke jabatan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Perubahan juga berlangsung di lingkungan pendidikan dan pengembangan kepemimpinan Polri. Irjen Pol Chuzaini Patoppol yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri dialihkan menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Lemdiklat Polri. Jabatan serupa juga diberikan kepada Irjen Pol Stephen Maleachi Napiun, yang sebelumnya bertugas sebagai widyaiswara pada lembaga pendidikan kepolisian tersebut.
Sementara itu, Irjen Pol Kumbul Kusdwijanto Sudjadi yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Kapolri bidang sosial budaya dipindahkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Adapun Irjen Pol Wawan Muliawan dan sejumlah perwira lainnya mendapatkan penugasan baru pada fungsi analisis kebijakan dan pendidikan untuk mendukung kebutuhan organisasi.
Pergeseran jabatan juga mencakup fungsi intelijen, narkotika, dan satuan khusus. Irjen Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri dialihkan menjadi Agen Intelijen Kepolisian Utama Tingkat I Baintelkam Polri. Irjen Pol Aswin Sipayung, yang sebelumnya tercatat sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri, mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri.
Di lingkungan Korps Brimob, Irjen Pol Rudy Harianto yang sebelumnya menjabat Teknisi KBR Utama Tingkat I Korbrimob Polri dialihkan menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Adapun Irjen Pol Arif Makhfudiharto yang sebelumnya menjabat Direktur Identifikasi dan Sosial Densus 88 Antiteror Polri ditempatkan sebagai perwira tinggi Densus 88 Antiteror Polri dengan penugasan pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Perubahan lainnya menyentuh posisi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Irjen Pol Wibowo yang sebelumnya mengemban jabatan tersebut dialihkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Pergeseran ini menjadi bagian dari penataan personel pada sejumlah jabatan yang berkaitan dengan operasional, pendidikan, dan pengembangan kapasitas organisasi kepolisian.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel. Penempatan pejabat, menurut keterangan yang disampaikan kepada media, mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas agar pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan profesional dan bertanggung jawab.
Dengan perubahan tersebut, Polri melakukan penataan pada berbagai lini, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pergeseran sejumlah jenderal bintang dua diharapkan mendukung kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta memastikan setiap satuan kerja memiliki pejabat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Mutasi ini sekaligus menegaskan bahwa penempatan perwira tinggi merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang dapat berubah mengikuti kebutuhan institusi. Pelaksanaan tugas para pejabat baru selanjutnya akan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat profesionalisme Polri di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar