Polri dan MUI Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama dan Keamanan Masyarakat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri dan MUI Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama dan Keamanan Masyarakat
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat kerja sama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan umat di tengah masyarakat. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan jajaran pengurus MUI di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara aparat kepolisian dan para ulama dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, serta harmonis. Kerja sama antara kedua pihak dinilai penting mengingat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas merupakan tanggung jawab Polri. Namun, pelaksanaan tugas tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan MUI dan para ulama perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sosial di berbagai daerah.
Kapolri juga menekankan pentingnya prinsip polisi bersama masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Melalui komunikasi serta koordinasi yang baik, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Menurut Kapolri, sinergi antara kepolisian dan ulama memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sekaligus merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Para tokoh agama memiliki kedekatan dengan umat dan dapat berkontribusi melalui pembinaan, penyampaian pesan perdamaian, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar turut menekankan pentingnya kerja sama antara ulama dan kepolisian. Ia berpandangan bahwa keamanan, kesejahteraan, dan keimanan merupakan unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. Situasi yang aman dan stabil memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah, menuntut ilmu, mendidik generasi muda, serta bekerja memenuhi kebutuhan keluarga.
Anwar menjelaskan bahwa MUI memiliki peran sebagai pengayom umat melalui misi *himayatul ummah*, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah melalui prinsip *shodiqul hukumah*. Kedua peran tersebut menjadi landasan bagi MUI untuk berkontribusi dalam menjaga kehidupan keagamaan yang harmonis dan mendukung berbagai upaya pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Anwar juga mendorong penguatan kerja sama antara Polri dan lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran dalam pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi yang lebih erat diharapkan dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi kalangan santri dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Salah satu hal yang turut disampaikan Anwar adalah harapannya agar santri dan santriwati memperoleh kesempatan untuk mengabdi sebagai anggota Polri. Dorongan tersebut mencerminkan pentingnya membuka ruang partisipasi bagi generasi muda dari lingkungan pendidikan pesantren untuk berkontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjaga keamanan negara.
Anwar juga berharap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dapat menghadirkan kesejukan dalam pelaksanaan penegakan hukum serta membawa manfaat bagi masyarakat luas. Harapan tersebut menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan tetap memperhatikan rasa keadilan masyarakat dalam setiap pelaksanaannya.
Kerja sama antara Polri dan MUI menjadi relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berpotensi memengaruhi kerukunan. Dialog antara aparat penegak hukum dan tokoh agama dapat membantu memperkuat komunikasi, mendorong penyelesaian persoalan secara bijaksana, serta menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Selain itu, keterlibatan ulama dan tokoh masyarakat dapat mendukung penyampaian pesan-pesan yang menyejukkan serta memperkuat kesadaran mengenai pentingnya toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama. Upaya menjaga kerukunan membutuhkan partisipasi bersama agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan maupun sosial dengan aman dan nyaman.
Melalui pertemuan tersebut, Polri dan MUI menegaskan pentingnya membangun sinergi yang berkelanjutan antara kepolisian, ulama, dan masyarakat. Penguatan kolaborasi diharapkan dapat mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban, menjaga kerukunan umat, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi kehidupan sosial dan kemajuan bangsa.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar