Rano Karno Pastikan Satpam yang Tegur Sopir Alphard di Bundaran HI Tak Dipecat
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rano Karno Pastikan Satpam yang Tegur Sopir Alphard di Bundaran HI Tak Dipecat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa petugas keamanan (satpam) yang sempat terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tidak akan diberhentikan dari pekerjaannya. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebut petugas keamanan itu akan dipecat setelah insiden tersebut menjadi viral.
Menurut Rano Karno, persoalan antara petugas keamanan dan pengemudi Alphard pada dasarnya telah selesai melalui proses mediasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menilai bahwa yang terpenting saat ini adalah memastikan penyebab terjadinya kesalahpahaman dapat diketahui sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Rano menegaskan bahwa tidak ada rencana ataupun keputusan untuk memberhentikan petugas keamanan tersebut. Ia bahkan memberikan jaminan bahwa satpam yang bersangkutan tetap menjalankan tugasnya sebagaimana biasa. Penegasan itu disampaikan guna meredam spekulasi yang berkembang setelah video perselisihan keduanya ramai diperbincangkan oleh masyarakat di berbagai platform media sosial.
Insiden tersebut bermula ketika sebuah mobil Toyota Alphard diduga menerobos lampu lalu lintas berwarna merah di kawasan penyeberangan depan Hotel Pullman, Bundaran HI. Saat itu, seorang petugas keamanan yang sedang berjaga memberikan teguran kepada pengemudi karena tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan para pejalan kaki yang tengah menyeberang di zebra cross. Teguran tersebut kemudian memicu adu mulut antara kedua belah pihak hingga akhirnya menjadi perhatian warga di sekitar lokasi.
Kepolisian sebelumnya menjelaskan bahwa petugas keamanan menegur pengemudi dengan menggebrak kaca kendaraan sebagai bentuk peringatan atas dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Pengemudi mobil kemudian tidak menerima tindakan tersebut sehingga terjadi cekcok. Setelah situasi mereda, kedua belah pihak menjalani proses mediasi di Pos Polisi Thamrin untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan pentingnya menghormati petugas yang menjalankan tugas menjaga ketertiban di ruang publik. Banyak pihak menilai bahwa keselamatan pengguna jalan, termasuk pejalan kaki, harus menjadi prioritas utama sehingga setiap pengguna kendaraan diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan menghargai imbauan dari petugas di lapangan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan etika berlalu lintas, menjaga emosi ketika menghadapi perbedaan pendapat, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog yang baik. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban di ruang publik dapat terus terjaga demi kenyamanan seluruh warga.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Saat ini belum ada komentar