Kapolri Tegaskan Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan Bali
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Tegaskan Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan Bali
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat sinergi dengan pecalang dan komunitas ojek online (ojol) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Bali. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama perwakilan pecalang dan komunitas ojol di Kabupaten Badung, Bali. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan bahwa menjaga situasi keamanan yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurut Kapolri, pecalang sebagai unsur keamanan berbasis adat memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketertiban di lingkungan desa adat. Keberadaan mereka selama ini telah menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat Bali yang mampu menciptakan suasana aman melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal. Di sisi lain, komunitas pengemudi ojek online dinilai memiliki jaringan yang luas dan mobilitas tinggi sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan informasi dini mengenai potensi gangguan keamanan di berbagai wilayah.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan yang terus berkembang. Oleh karena itu, kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk pecalang dan komunitas ojol, menjadi langkah penting dalam membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat koordinasi serta meningkatkan efektivitas penanganan berbagai persoalan keamanan di lapangan.
Kegiatan silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum dialog untuk mendengarkan aspirasi dari para pecalang maupun komunitas ojol. Berbagai masukan yang disampaikan berkaitan dengan upaya memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi, serta membangun kerja sama yang lebih erat antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Kapolri menyampaikan bahwa setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat pelayanan kepolisian serta meningkatkan efektivitas pengamanan di Bali.
Perwakilan pecalang menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polri terhadap keberadaan mereka sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis adat. Dengan jumlah puluhan ribu personel yang tersebar di berbagai desa adat, pecalang menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, terutama saat pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, maupun berbagai agenda nasional dan internasional yang diselenggarakan di Pulau Bali.
Kapolri berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar komunikasi antara Polri dan masyarakat semakin erat. Melalui koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga. Selain meningkatkan rasa aman bagi masyarakat lokal, kondisi keamanan yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Bali.
Dengan memperkuat kemitraan bersama pecalang dan komunitas ojek online, Polri berharap tercipta sistem pengamanan yang semakin solid, partisipatif, dan berbasis kolaborasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus memastikan Bali tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya maupun wisatawan dari berbagai negara.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Saat ini belum ada komentar