Kapolri dan Pimpinan MUI Perkuat Sinergi, Jaga Keamanan serta Kerukunan Masyarakat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri dan Pimpinan MUI Perkuat Sinergi, Jaga Keamanan serta Kerukunan Masyarakat
JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan silaturahmi dengan jajaran pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan ulama dalam menjaga keamanan, memperkuat kerukunan masyarakat, serta mendukung kemajuan bangsa.
Silaturahmi tersebut membahas pentingnya kerja sama antara Polri dan MUI dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Kedua pihak memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga kolaborasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menekankan bahwa keamanan, kesejahteraan, dan keimanan merupakan unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, situasi yang aman dan stabil memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah, menuntut ilmu, mendidik generasi muda, serta bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam konteks tersebut, peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan ketertiban, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Ulama dan tokoh agama memiliki posisi penting dalam membimbing umat, memperkuat nilai moral, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas merupakan tanggung jawab Polri. Meski demikian, pelaksanaan tugas tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk MUI serta para ulama.
Menurut Suyudi, sinergi dengan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar upaya menjaga keamanan dan ketertiban dapat berjalan secara efektif. Kolaborasi tersebut sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Kapolri menegaskan bahwa kerja sama dengan MUI menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Polri menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak, khususnya organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan berperan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Kami menyadari bahwa harkamtibmas adalah tanggung jawab kami. Namun, Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari segenap elemen masyarakat, khususnya Majelis Ulama Indonesia. Karena itu, sinergi dan kolaborasi perlu terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Suyudi, Selasa (13/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, KH Anwar Iskandar juga menjelaskan peran MUI sebagai pengayom umat melalui misi himayatul ummah. Selain itu, MUI menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui prinsip shodiqul hukumah. Kedua peran tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memberikan bimbingan kepada umat sekaligus mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara.
Anwar turut mendorong agar hubungan kerja sama antara Polri dan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren, dapat terus diperkuat. Salah satu hal yang disampaikan adalah terbukanya kesempatan bagi santri dan santriwati untuk mengabdikan diri sebagai anggota Polri. Dorongan tersebut mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara institusi kepolisian dan lingkungan pendidikan Islam.
Kerja sama antara kepolisian, ulama, dan pesantren diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban. Melalui hubungan yang baik, pesan-pesan mengenai pentingnya kerukunan, kepatuhan terhadap hukum, dan tanggung jawab sosial dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pendekatan yang sesuai dengan lingkungan masing-masing.
Ketua Umum MUI juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di tubuh Polri mampu menghadirkan suasana yang sejuk dalam penegakan hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, hubungan yang erat antara ulama dan kepolisian merupakan salah satu unsur penting untuk mendukung kehidupan bangsa yang aman, damai, dan harmonis.
Pertemuan antara Kapolri dan pimpinan MUI tersebut menegaskan pentingnya komunikasi serta kemitraan antara institusi penegak hukum dan tokoh agama. Penguatan sinergi diharapkan dapat mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban, sekaligus menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar