Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi TNI dan Masyarakat, Bakti TNI AD Sasar Pembangunan Banyumas dan Kebumen
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi TNI dan Masyarakat, Bakti TNI AD Sasar Pembangunan Banyumas dan Kebumen
BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan warga. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan infrastruktur dasar hingga peningkatan akses pelayanan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Wilayah Kodam IV/Diponegoro. Acara berlangsung di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kerja sama antara TNI, pemerintah, dan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kegiatan Bakti TNI untuk rakyat tidak semestinya dipandang sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI Angkatan Darat dengan masyarakat melalui semangat kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa maupun kecamatan.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk TNI, Polri, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun melalui program Bakti TNI. Menurutnya, pembangunan tidak cukup berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi perlu disertai pemeliharaan agar fasilitas yang tersedia dapat digunakan dalam jangka panjang. Dengan demikian, anggaran dan tenaga yang telah dikerahkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.
Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penyediaan sarana penampungan air untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dan dampak fenomena El Nino. Ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air saat curah hujan menurun. Pembangunan sarana pendukung diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap kondisi cuaca kering.
Ahmad Luthfi turut menyoroti posisi strategis Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi di provinsi tersebut disebut mencapai 8,5 juta ton gabah kering giling, atau sekitar 15 persen dari produksi nasional. Potensi tersebut dinilai perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai, ketersediaan air, serta keterlibatan berbagai pihak agar produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Selain pembangunan infrastruktur, program Bakti TNI AD juga diarahkan untuk membantu masyarakat melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Ahmad mengapresiasi perhatian terhadap warga kurang mampu yang membutuhkan hunian lebih layak. Upaya perbaikan rumah tersebut menjadi bagian dari pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fasilitas umum, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup masyarakat secara langsung.
Program sosial lainnya meliputi pelayanan kesehatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, donor darah, serta pasar murah. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan maupun kebutuhan pokok. Kehadiran program sosial juga menjadi pelengkap pembangunan fisik agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
Dalam keterangannya setelah upacara, Ahmad Luthfi menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai unsur masyarakat. Ia menekankan bahwa kerja sama diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi daerah. Pendekatan tersebut mencerminkan semangat pemerintahan kolaboratif, yakni pembangunan yang dilakukan bersama-sama dengan melibatkan banyak pihak.
Kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat itu dijadwalkan berlangsung selama 60 hari pada Oktober hingga November 2026. Pelaksanaannya mencakup wilayah Kodim 0701/Banyumas dan Kodim 0709/Kebumen, dengan sasaran pembangunan fisik dan kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Di Kabupaten Banyumas, program tersebut menjangkau 21 kecamatan dan 40 desa. Sasaran pembangunannya meliputi rehabilitasi 105 rumah tidak layak huni, pembangunan 10 jembatan, pembuatan 30 sumur bor, serta pembangunan 30 titik jambanisasi. Selain itu, direncanakan perbaikan enam tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi empat panti asuhan, revitalisasi satu makam, pembangunan jalan rabat beton di dua titik, serta pembangunan talud penahan tanah di dua titik dan talud plengseng beton di lima titik.
Untuk mendukung pelaksanaan program di Banyumas, anggaran berasal dari beberapa sumber. Rinciannya meliputi Rp9,2 miliar dari program TNI AD, Rp1,5 miliar dari partisipasi TNI, Rp3,08 miliar dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam. Dukungan pendanaan tersebut digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pembangunan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, di Kabupaten Kebumen, kegiatan Bakti TNI AD mencakup 18 kecamatan dan 112 desa. Pekerjaan fisik yang direncanakan meliputi pembangunan 12 jembatan, pembuatan 50 sumur bor, rehabilitasi 45 rumah tidak layak huni, serta pembangunan 20 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Program tersebut juga mencakup perbaikan empat tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi satu panti asuhan, revitalisasi satu makam, serta pembangunan jalan rabat beton di tiga titik.
Anggaran kegiatan di Kebumen terdiri atas Rp14,4 miliar dari program TNI AD, Rp1,4 miliar dari partisipasi TNI, Rp489 juta dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam. Keterlibatan sejumlah sumber pendanaan tersebut menunjukkan adanya dukungan bersama untuk memperluas pembangunan infrastruktur dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah sasaran.
Di luar pembangunan fisik, kegiatan Bakti TNI AD juga mencakup pelayanan kesehatan gratis, donor darah, penanaman 5.000 bibit pohon, serta bantuan sosial berupa kaki palsu, kacamata gratis, kursi roda, dan paket sembako. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Melalui program ini, kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Banyumas dan Kebumen. Penekanan pada pembangunan infrastruktur, layanan sosial, serta pemeliharaan fasilitas menjadi bagian penting agar hasil kegiatan tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar