Diduga Jadi Pelatih Kursus Motor di Bali, Dua WNA Kabur Saat Didatangi Petugas Imigrasi
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Diduga Jadi Pelatih Kursus Motor di Bali, Dua WNA Kabur Saat Didatangi Petugas Imigrasi
Dua warga negara asing (WNA) diduga menjalankan aktivitas sebagai pelatih kursus mengendarai sepeda motor secara ilegal di kawasan Serangan, Denpasar, Bali. Aktivitas tersebut terungkap ketika petugas Imigrasi Denpasar melakukan patroli dan menemukan adanya kegiatan pelatihan berkendara yang melibatkan sejumlah WNA.
Saat petugas mendatangi lokasi, dua WNA yang diduga berperan sebagai pelatih justru melarikan diri. Petugas Imigrasi sempat melakukan pengejaran, tetapi kedua orang tersebut berhasil meninggalkan lokasi dan hingga kini identitas maupun kewarganegaraannya belum disampaikan oleh pihak Imigrasi.
Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, R Haryo Sakti, mengatakan temuan tersebut bermula dari kegiatan patroli yang dilakukan Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) pada Jumat, 25 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan aktivitas yang diduga merupakan pelatihan mengendarai sepeda motor bagi warga negara asing.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap dua WNA yang berada di lokasi dan diduga sebagai peserta pelatihan. Keduanya diketahui berinisial RO, seorang laki-laki berusia 20 tahun, dan IA, perempuan berusia 21 tahun. Keduanya merupakan warga negara Belarusia yang diketahui memegang Izin Tinggal Terbatas (Itas) Remote Worker.
Keterangan dari kedua WNA tersebut diharapkan dapat membantu petugas mengungkap lebih jauh mengenai aktivitas pelatihan yang ditemukan di kawasan Serangan. Selain itu, mereka akan dimintai keterangan mengenai keberadaan dan kegiatan selama berada di Bali, termasuk informasi mengenai dua orang yang diduga menjadi pelatih dalam kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, Imigrasi Denpasar belum mengungkap identitas maupun kewarganegaraan dua WNA yang diduga sebagai pelatih. Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui latar belakang kegiatan tersebut serta memastikan apakah aktivitas yang dilakukan sesuai dengan izin tinggal dan ketentuan keimigrasian yang berlaku.
Pengawasan terhadap aktivitas WNA menjadi salah satu perhatian penting bagi jajaran Imigrasi di Bali. Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kunjungan dan keberadaan warga negara asing yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap keberadaan serta kegiatan WNA perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Selain melakukan patroli di kawasan Serangan, petugas Imigrasi Denpasar pada hari yang sama juga melakukan pemantauan di Jalan Tukad Punggawa. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik aktivitas warga negara asing di wilayah Denpasar. Kegiatan pengawasan dilakukan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas WNA sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki.
R Haryo Sakti menegaskan bahwa kegiatan pengawasan bukan semata-mata dilakukan untuk melakukan penindakan. Menurutnya, kehadiran petugas juga bertujuan memastikan aktivitas orang asing di wilayah Bali berlangsung secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kasus dugaan pelatihan berkendara yang melibatkan dua WNA tersebut masih dalam proses pendalaman. Keterangan dari dua WNA yang ditemukan sebagai peserta diharapkan dapat memberikan informasi tambahan kepada petugas mengenai pihak yang diduga menjadi pelatih serta bentuk kegiatan yang berlangsung di lokasi.
Imigrasi juga masih perlu memastikan status hukum dari aktivitas tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, dugaan pelanggaran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keberadaan dua WNA yang melarikan diri ketika petugas datang. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap fakta dan memastikan tindakan yang tepat sesuai aturan keimigrasian.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing di Bali. Pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan setiap orang asing yang berada di Indonesia mematuhi ketentuan izin tinggal dan peraturan yang berlaku selama berada di wilayah Indonesia.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan dan identitas dua WNA yang diduga menjadi pelatih tersebut. Imigrasi juga terus mendalami keterangan dari dua peserta yang telah ditemukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai aktivitas yang berlangsung di kawasan Serangan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar