Anggota TNI Gugur Saat Membantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireuen, Polda Aceh Sampaikan Duka Mendalam
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

ILUSTRASI SENJATA API - Seorang anggota TNI gugur saat aat membantu aparat kepolisian mengejar bandar Narkoba di Kabupaten Bireuen Aceh, Sabtu (25/7/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anggota TNI Gugur Saat Membantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireuen, Polda Aceh Sampaikan Duka Mendalam
Suasana duka menyelimuti aparat penegak hukum setelah seorang anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha, gugur saat membantu personel kepolisian dalam operasi pengejaran terhadap terduga bandar narkoba di Kabupaten Bireuen, Aceh. Insiden tragis tersebut terjadi ketika aparat melakukan upaya penghentian terhadap sebuah kendaraan yang diduga digunakan oleh pelaku tindak pidana narkotika.
Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Aceh, operasi penindakan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi mengenai adanya aktivitas pengangkutan narkotika. Saat hendak dihentikan, kendaraan yang membawa empat orang terduga pelaku justru melarikan diri sehingga memicu aksi pengejaran. Dalam situasi yang berlangsung cepat tersebut, petugas berupaya menghentikan laju kendaraan sesuai prosedur yang berlaku.
Di tengah proses pengejaran, Pratu Galuh Nugraha yang berada di sekitar lokasi secara spontan turut membantu aparat kepolisian dengan berusaha menghalau kendaraan pelaku. Namun nahas, dalam situasi yang berkembang sangat cepat, korban diduga terkena peluru rekoset atau peluru pantul yang mengenai tubuhnya. Korban kemudian segera dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Polda Aceh menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Pratu Galuh Nugraha. Menurut Kabid Humas Polda Aceh, almarhum telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan jiwa pengabdian yang tinggi dalam membantu penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika. Pengorbanan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan narkoba.
Seusai kejadian, Kapolda Aceh segera melakukan koordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran, Danpuspomad, dan Danpomdam Iskandar Muda guna memastikan penanganan korban, mendukung proses penyelidikan, sekaligus menjaga hubungan baik antara institusi TNI dan Polri. Kedua institusi sepakat mengusut insiden tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.
Sebagai bagian dari proses investigasi, personel kepolisian yang melepaskan tembakan telah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Selain itu, senjata api yang digunakan dalam operasi turut diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan uji balistik dan pemeriksaan menyeluruh terhadap prosedur penggunaan senjata api pada saat kejadian berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta masyarakat tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dipastikan kebenarannya serta mengajak siapa pun yang mengetahui kronologi kejadian untuk memberikan keterangan kepada penyidik agar proses pengungkapan fakta dapat berlangsung secara objektif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkotika memiliki risiko yang sangat tinggi bagi aparat di lapangan. Pengorbanan Pratu Galuh Nugraha diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus memperkuat sinergi dalam memberantas jaringan narkotika, sekaligus menjadi evaluasi penting terhadap prosedur keselamatan personel dalam setiap operasi berisiko tinggi.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes

Saat ini belum ada komentar