Bantuan Rutilahu di Manukan Wetan Disorot, Warga Minta Pemkot Surabaya Cek Hasil Pembangunan
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bantuan Rutilahu di Manukan Wetan Disorot, Warga Minta Pemkot Surabaya Cek Hasil Pembangunan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bantuan Rutilahu di Manukan Wetan Disorot, Warga Minta Pemkot Surabaya Cek Hasil Pembangunan
SURABAYA – Pelaksanaan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, mendapat sorotan dari warga. Salah satu penerima bantuan, Yustik, warga yang beralamat di Manukan Madya 3 No. 19, RT 003/RW 003, Kelurahan Manukan Wetan, mempertanyakan hasil pekerjaan renovasi rumah yang disebut mendapatkan bantuan melalui program Rutilahu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, bantuan pembangunan atau renovasi rumah tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp35 juta. Namun, penerima bantuan mempertanyakan apakah pekerjaan yang telah dilakukan di rumahnya sudah sepenuhnya sesuai dengan rencana pekerjaan, spesifikasi material, serta nilai bantuan yang ditetapkan dalam program tersebut.
Sejumlah bagian rumah disebut memang mengalami perbaikan. Salah satunya bagian atap yang dilakukan penggantian. Namun, menurut keterangan penerima bantuan, terdapat bagian lain yang dinilai belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh sebagaimana yang diharapkan dari program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Plafon dan Tembok Disebut Hanya Dicat Kembali
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah kondisi plafon rumah. Menurut keterangan yang diterima, plafon lama disebut masih digunakan dan tidak dilakukan penggantian secara keseluruhan, melainkan hanya mendapatkan pengecatan kembali.
Hal serupa juga disampaikan terkait bagian tembok bagian dalam rumah. Warga menyebut tembok lama masih digunakan dan pekerjaan yang dilakukan lebih berupa pengecatan ulang. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai cakupan pekerjaan yang sebenarnya tercantum dalam rencana renovasi rumah penerima bantuan.
Warga tidak mempersoalkan apabila pekerjaan tersebut memang telah ditetapkan sesuai spesifikasi program. Namun, masyarakat meminta adanya penjelasan secara terbuka mengenai bagian rumah mana saja yang seharusnya diperbaiki, jenis material yang digunakan, serta nilai anggaran yang dialokasikan untuk setiap pekerjaan.
Keramik Teras Hanya Disebut Diganti Sebagian
Sorotan lainnya muncul pada bagian lantai teras depan rumah. Berdasarkan keterangan penerima bantuan, keramik baru yang dipasang disebut hanya sekitar 15 buah, sementara keramik pada bagian teras lainnya masih menggunakan material lama.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi penerima bantuan karena masyarakat ingin mengetahui apakah pemasangan keramik sebagian tersebut memang sesuai dengan rencana pekerjaan Rutilahu atau terdapat pekerjaan lain yang seharusnya dilakukan berdasarkan anggaran yang tersedia.
Karena itu, warga meminta agar persoalan tersebut tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi secara kasatmata. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan membandingkan kondisi fisik rumah dengan dokumen perencanaan, rincian pekerjaan, spesifikasi material, serta laporan realisasi program.
Warga Minta Kelurahan dan Pemkot Turun Langsung
Masyarakat meminta pihak Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, hingga Pemerintah Kota Surabaya melakukan pengecekan langsung ke rumah penerima bantuan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan program.
Warga berharap pemeriksaan tidak hanya dilakukan berdasarkan laporan administrasi, tetapi juga melihat langsung kondisi fisik rumah. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui apakah pekerjaan yang tercatat dalam dokumen benar-benar telah direalisasikan di lapangan.
“Kami meminta pihak Kelurahan Manukan Wetan, Camat Tandes, hingga Pemerintah Kota Surabaya turun langsung mengecek kondisi rumah penerima bantuan dan mencocokkannya dengan rencana maupun laporan pelaksanaan program Rutilahu,” demikian inti aspirasi warga yang disampaikan kepada awak media.
Nilai Bantuan dan Hasil Pekerjaan Dipertanyakan
Nilai bantuan yang disebut mencapai sekitar Rp35 juta juga menjadi bagian yang dipertanyakan. Masyarakat ingin mengetahui secara transparan bagaimana anggaran tersebut digunakan, termasuk pembagian biaya material, tenaga kerja, serta jenis pekerjaan yang menjadi bagian dari renovasi.
Warga menilai transparansi diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara penerima bantuan, pelaksana pekerjaan, pemerintah setempat, maupun masyarakat. Apabila seluruh pekerjaan memang telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan nilai bantuan, maka penjelasan resmi dari pihak terkait diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Sebaliknya, apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya perbedaan antara rencana pekerjaan dengan hasil pembangunan di lapangan, masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Disebut Ada Keluhan dari Warga Lain
Selain persoalan yang disampaikan oleh Yustik, terdapat pula informasi mengenai keluhan serupa dari masyarakat lain terkait hasil pembangunan atau renovasi rumah melalui program Rutilahu. Namun, informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai adanya pelanggaran.
Karena itu, diperlukan pengecekan langsung terhadap setiap rumah penerima bantuan. Pemerintah dapat melakukan pemeriksaan secara objektif dengan melihat dokumen program serta mencocokkannya dengan kondisi fisik bangunan yang telah selesai dikerjakan.
Pemkot Diminta Buka Rincian Pekerjaan
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan penjelasan mengenai rincian program Rutilahu yang diterima oleh warga, termasuk besaran bantuan, daftar pekerjaan, volume pekerjaan, spesifikasi material, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan renovasi.
Keterbukaan tersebut dinilai penting karena program Rutilahu merupakan bentuk bantuan pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat. Dengan adanya transparansi, masyarakat dapat mengetahui bahwa bantuan benar-benar digunakan sesuai tujuan dan memberikan manfaat kepada penerima.
Pemeriksaan juga diharapkan dapat memastikan kualitas hasil pekerjaan. Jangan sampai terdapat bagian rumah yang secara teknis masih membutuhkan perbaikan sementara pekerjaan telah dinyatakan selesai tanpa adanya penjelasan kepada penerima bantuan.
Menunggu Penjelasan Resmi Pemerintah
Hingga kini, persoalan tersebut masih berupa keluhan dan pertanyaan dari penerima bantuan serta masyarakat yang meminta adanya pemeriksaan. Belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan anggaran maupun pelanggaran dalam pelaksanaan program sebelum adanya pemeriksaan dan penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Karena itu, masyarakat meminta Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, dan Pemerintah Kota Surabaya segera turun ke lapangan. Pemeriksaan diharapkan mencakup kondisi fisik rumah, dokumen pekerjaan, rincian anggaran, spesifikasi material, serta laporan pelaksanaan program.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah pelaksanaan bantuan Rutilahu di rumah penerima tersebut sudah sepenuhnya sesuai dengan anggaran, rencana pekerjaan, dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Masyarakat menunggu keterbukaan dan penjelasan resmi dari pemerintah. Jika seluruh pekerjaan telah sesuai ketentuan, penjelasan tersebut diharapkan dapat menghilangkan keraguan. Namun, apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian, warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program agar bantuan Rutilahu benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jurnalis : Ainul Rizal Abidin
- Penulis: Beritapolri


Saat ini belum ada komentar