Kasus Pengeroyokan Maut Tanjung Priok, Polisi Ungkap Korban Sempat Diculik
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kasus Pengeroyokan Maut Tanjung Priok, Polisi Ungkap Korban Sempat Diculik
Polisi mengungkap perkembangan terbaru kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pria berinisial EY (28) meninggal dunia di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari hasil penyelidikan, korban diduga tidak langsung menjadi sasaran penganiayaan, melainkan terlebih dahulu dijemput dan dibawa oleh sejumlah orang sebelum mengalami kekerasan di beberapa lokasi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang telah dikumpulkan, korban dijemput dari kediamannya oleh dua orang berinisial YG dan RA. Setelah itu, EY dibawa ke sebuah rumah yang disebut merupakan kediaman YG.
Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan. Peristiwa kemudian berlanjut ketika EY dibawa ke lokasi lain, yakni kediaman seseorang berinisial JAT. Polisi menyebut korban kembali mengalami kekerasan di tempat tersebut sebelum akhirnya dibawa menuju lokasi lainnya.
Kondisi korban kemudian dilaporkan memburuk. Saat hendak dibawa ke lokasi berikutnya, EY mengalami pendarahan dan kejang-kejang. Korban kemudian ditinggalkan di kawasan Jalan Ampera, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 6 September 2026.
Warga yang menemukan korban dalam kondisi kritis kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. EY sempat menjalani perawatan selama beberapa hari. Namun, setelah menjalani perawatan, korban akhirnya meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2026.
Hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyidikan. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami pendarahan pada otak yang diduga disebabkan oleh pukulan benda tumpul. Temuan tersebut menjadi bagian dari alat bukti yang digunakan penyidik untuk mendalami rangkaian kekerasan yang dialami korban.
Polisi sebelumnya telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ketiganya berinisial YG, RA, dan JAT. Penyidik masih mendalami peran masing-masing orang dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya korban.
Selain tiga orang yang telah diamankan, polisi masih memburu tiga orang lainnya yang diduga terlibat. Ketiga orang tersebut masing-masing berinisial BS, B, dan J dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih melakukan pengejaran sekaligus mengembangkan penyidikan untuk mengetahui keterlibatan seluruh pihak dalam perkara tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga perkara tersebut bermula dari persoalan gadai sepeda motor. Korban disebut diminta untuk menggadaikan sepeda motor milik salah satu pihak. Namun, uang dari hasil gadai tersebut diduga tidak diberikan kepada pihak yang meminta sehingga kemudian muncul persoalan yang berkembang menjadi dugaan penculikan, penganiayaan, dan pengeroyokan.
Nilai uang yang berkaitan dengan persoalan gadai tersebut disebut berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Meski demikian, polisi masih terus mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan motif serta hubungan antara para pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk hasil pemeriksaan visum dan rekaman kamera pengawas atau CCTV. Bukti-bukti tersebut digunakan untuk membantu penyidik menyusun rangkaian kejadian serta mengidentifikasi peran masing-masing orang yang diduga terlibat.
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha mengatakan perkara tersebut dilaporkan kepada polisi pada 21 September 2026. Penyelidikan kemudian dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat serta penelusuran terhadap sejumlah informasi di media sosial.
Polisi saat ini masih memfokuskan penyidikan pada dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan, dan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Penanganan kasus ini masih terus berlangsung. Polisi menyatakan akan mengembangkan penyidikan berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian serta peran setiap pihak yang diduga terlibat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar