Kronologi Kebocoran Gas di Pekayon, Warga Dengar Ledakan dan Bau Amoniak
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kronologi Kebocoran Gas di Pekayon, Warga Dengar Ledakan dan Bau Amoniak
Warga di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dikejutkan oleh suara ledakan yang terdengar dari sebuah perusahaan pada Senin (28/9/2026) siang. Tidak lama setelah suara tersebut terdengar, warga mulai mencium bau amoniak yang menyengat hingga membuat sejumlah masyarakat panik dan berhamburan keluar dari rumah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, seorang saksi yang berada di rumah awalnya mendengar suara ledakan dari arah perusahaan. Saksi sempat mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah. Namun, beberapa saat kemudian muncul bau amoniak yang cukup kuat sehingga warga menyadari adanya kondisi yang tidak biasa.
Bau menyengat tersebut kemudian dirasakan di lingkungan permukiman sekitar. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah untuk mencari udara yang lebih aman. Kondisi itu menimbulkan kepanikan karena gas yang diduga menyebar membuat sebagian warga mengalami keluhan kesehatan dan membutuhkan pemeriksaan medis.
Ketua RT setempat menyampaikan bahwa warga merasakan perubahan kondisi udara tidak lama setelah suara ledakan terdengar. Selain bau yang menyengat, warga dilaporkan merasakan udara yang membuat tenggorokan tidak nyaman dan mata terasa perih. Warga yang berada di dalam rumah pun memilih keluar untuk menghindari paparan gas.
Situasi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pengurus lingkungan serta pihak kelurahan dan kecamatan. Warga yang terdampak diarahkan untuk menjauh dari lokasi dan sebagian dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pasar Rebo. Petugas kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan setelah diduga menghirup gas.
Kepolisian menyebut dugaan kebocoran berasal dari bagian condenser chiller milik PT Indolakto, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan susu. Setelah kejadian, pihak perusahaan melakukan perbaikan terhadap bagian yang diduga mengalami kebocoran. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lebih rinci penyebab serta rangkaian kejadian tersebut.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 24 warga dilaporkan terdampak dan menjalani pemeriksaan medis. Dari jumlah tersebut, satu orang mendapatkan penanganan di RS Harapan Bunda, tiga orang di RS Tugu Ibu, sementara 20 orang lainnya diperiksa di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. :
Sejumlah warga mengaku mengalami keluhan setelah mencium bau gas. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang berada di sekitar lokasi berusaha mencari tempat yang lebih aman. Bahkan, beberapa warga membawa anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak, untuk menjauh dari lingkungan yang terdampak.
Setelah dilakukan penanganan dan kondisi udara mulai membaik, warga secara bertahap diperbolehkan kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Kepolisian bersama pihak terkait tetap melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak untuk memastikan jumlah korban serta kondisi mereka setelah kejadian.
Hingga saat ini, aparat masih mendalami peristiwa tersebut dan telah memanggil pihak manajemen perusahaan untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui secara pasti bagaimana kebocoran terjadi serta memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan gas menyebar ke lingkungan permukiman warga.
Peristiwa kebocoran tersebut menjadi perhatian karena lokasi perusahaan berada tidak jauh dari permukiman masyarakat. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya sistem keselamatan dan pengawasan lingkungan pada fasilitas industri, terutama yang berada berdekatan dengan kawasan tempat tinggal warga.
Pemerintah daerah, kepolisian, perusahaan, serta unsur terkait diharapkan terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi lingkungan benar-benar aman. Pendataan terhadap warga terdampak dan evaluasi terhadap penyebab kejadian juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Masyarakat di sekitar lokasi pun diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan kejadian tersebut. Kepastian informasi menjadi penting agar warga tidak mendapatkan kabar yang simpang siur dan dapat mengikuti arahan dari petugas apabila diperlukan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar