Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat yang Tewaskan Satu Keluarga

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat yang Tewaskan Satu Keluarga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat yang Tewaskan Satu Keluarga

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan satu minibus, dua mobil, dan satu sepeda motor. Kecelakaan tragis itu menyebabkan tiga orang dari satu keluarga meninggal dunia, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sebuah minibus BYD dengan nomor polisi B 2703-BNA yang dikemudikan Karsono, 51 tahun, melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di sekitar turunan Jembatan Kembang Kerep, minibus tersebut kemudian menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.

Benturan tersebut membuat mobil Kijang Innova terdorong ke arah depan dan menabrak Toyota Fortuner L 102 BAD yang berada di depannya. Akibat benturan beruntun itu, Toyota Fortuner kemudian oleng ke arah kanan. Kendaraan tersebut selanjutnya menghantam sebuah sepeda motor Honda Vario yang sedang dikendarai Andi Prasetyo bersama istri dan anaknya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu keluarga menjadi korban. Andi Prasetyo bersama istrinya, Yeni Sumarti, 39 tahun, dan putri mereka yang masih berusia tujuh tahun, Zeline Zakeisha, mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.

Yeni dan Zeline meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialami. Kedua korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Andi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Daan Mogot untuk memperoleh perawatan intensif.

Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi Andi tidak berhasil diselamatkan. Ia akhirnya meninggal dunia sehingga jumlah korban meninggal dalam kecelakaan beruntun tersebut menjadi tiga orang yang seluruhnya berasal dari satu keluarga.

Selain tiga korban meninggal dunia, polisi mencatat terdapat empat orang lainnya yang mengalami luka-luka. Mereka kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Pengemudi minibus BYD, Karsono, mengalami luka pada bagian dada dan menjalani perawatan di RSUD Cengkareng. Sementara Yessy Lestiany, 39 tahun, yang merupakan penumpang Kijang Innova, mengalami luka pada bagian leher dan mendapatkan perawatan di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

Dua penumpang lainnya yang berada di dalam minibus BYD, yakni Seruniwati Suganda, 75 tahun, dan Handoko Argawa, 73 tahun, juga mengalami luka pada bagian kepala. Keduanya mendapatkan perawatan medis di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan dan belakang kendaraan. Polisi kemudian melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengumpulkan keterangan dan fakta untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab kecelakaan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan beruntun itu terjadi. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dan bukti yang diperlukan dalam proses penanganan perkara.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi jalan yang memiliki turunan maupun kondisi lalu lintas yang padat. Pengemudi juga diharapkan selalu menjaga jarak aman dan memastikan kendaraannya berada dalam kondisi layak sebelum melakukan perjalanan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi mengurangi risiko kecelakaan. Penanganan terhadap kasus ini masih berlangsung dan kepolisian akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut berdasarkan hasil penyelidikan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kehabisan Bensin dan Tak Punya Uang Pulang, Warga Hubungi 110 hingga Dibantu Polisi

    Kehabisan Bensin dan Tak Punya Uang Pulang, Warga Hubungi 110 hingga Dibantu Polisi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Kehabisan Bensin dan Tak Punya Uang Pulang, Warga Hubungi 110 hingga Dibantu Polisi Seorang warga yang mengalami kesulitan di perjalanan memilih menghubungi layanan darurat kepolisian 110 setelah kendaraannya kehabisan bahan bakar. Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena yang bersangkutan tidak memiliki uang untuk membeli bensin maupun melanjutkan perjalanan hingga ke tempat tujuan. Laporan melalui layanan 110 […]

  • Polda Banten Apresiasi Peran Diplomasi Indonesia di Hari Kementerian Luar Negeri

    Polda Banten Apresiasi Peran Diplomasi Indonesia di Hari Kementerian Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Polda Banten Apresiasi Peran Diplomasi Indonesia di Hari Kementerian Luar Negeri Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyampaikan apresiasi terhadap peran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam menjalankan diplomasi dan memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika hubungan internasional. Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kementerian Luar Negeri Indonesia pada 19 Agustus 2026. Kapolda Banten Irjen Pol. […]

  • Guru dan Suami Digeruduk soal Pelecehan Anak, Disdik: Sudah Pernah Klarifikasi

    Guru dan Suami Digeruduk soal Pelecehan Anak, Disdik: Sudah Pernah Klarifikasi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Guru dan Suami Digeruduk soal Pelecehan Anak, Disdik: Sudah Pernah Klarifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungbalai memberikan penjelasan terkait dugaan kasus pelecehan terhadap seorang anak di bawah umur yang menyeret nama seorang guru aparatur sipil negara (ASN) beserta suaminya. Pihak dinas menyatakan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah lebih dahulu ditindaklanjuti melalui proses klarifikasi sebelum akhirnya […]

  • Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

    Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah Peristiwa kebakaran melanda sebuah toko buku di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kobaran api yang muncul pada malam hari dengan cepat membesar karena banyaknya barang yang mudah terbakar, seperti buku, alat tulis, kertas, serta perlengkapan […]

  • Dilaporkan Aniaya Rektor IAKN Kupang, Mantan Rektor Harun Natonis Membantah

    Dilaporkan Aniaya Rektor IAKN Kupang, Mantan Rektor Harun Natonis Membantah

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

      Dilaporkan Aniaya Rektor IAKN Kupang, Mantan Rektor Harun Natonis Membantah Mantan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Harun Natonis, membantah tuduhan telah melakukan penganiayaan terhadap Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana. Harun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memukul ataupun menyentuh Made dalam insiden yang terjadi di lingkungan kampus pada Senin pagi, 31 Agustus […]

  • Erupsi Gunung Ili Lewotolok Kembali Terjadi, Polisi Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Erupsi Gunung Ili Lewotolok Kembali Terjadi, Polisi Tingkatkan Kesiapsiagaan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Erupsi Gunung Ili Lewotolok Kembali Terjadi, Polisi Tingkatkan Kesiapsiagaan Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi. Aktivitas vulkanik tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian yang kemudian meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan gunung api. Peningkatan kesiapsiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung […]

expand_less