Polresta Soetta Bantu Pulangkan 7 Mahasiswi Korban Penipuan Tiket di TikTok
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membantu membelikan tiket bus pulang bagi 7 mahasiswi korban penipuan. (dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polresta Soetta Bantu Pulangkan 7 Mahasiswi Korban Penipuan Tiket di TikTok
TANGERANG — Polresta Bandara Soekarno-Hatta membantu memulangkan tujuh mahasiswi yang menjadi korban penipuan tiket setelah gagal mendapatkan penerbangan sesuai rencana. Para korban sebelumnya membeli tiket melalui akun di media sosial TikTok.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah gangguan penerbangan yang dipengaruhi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal hingga pembatalan.
Ketujuh mahasiswi tersebut kemudian berada di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam kondisi kebingungan setelah mengetahui persoalan tiket yang mereka miliki.
Mereka sebelumnya berharap dapat menggunakan tiket yang dibeli melalui media sosial untuk melakukan perjalanan. Namun, setelah berada di bandara, tiket tersebut ternyata tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Situasi tersebut membuat para korban membutuhkan bantuan untuk dapat kembali ke daerah asal. Petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta kemudian memberikan pendampingan kepada mereka.
Polisi membantu memastikan ketujuh mahasiswi tersebut mendapatkan akses perjalanan yang aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi persoalan di lingkungan bandara.
Para korban diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa. Kondisi mereka menjadi perhatian petugas karena harus menghadapi persoalan perjalanan sekaligus dugaan penipuan tiket yang mereka alami.
Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membeli tiket perjalanan melalui media sosial. Harga yang terlihat menarik atau tawaran yang disampaikan melalui akun tertentu belum tentu menjamin tiket tersebut benar-benar dapat digunakan.
Masyarakat disarankan memastikan keabsahan tiket dan identitas penyedia jasa sebelum melakukan transaksi. Pembelian melalui saluran resmi juga dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Polisi terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap penawaran perjalanan yang tidak dapat diverifikasi. Terlebih, dalam situasi ketika terjadi gangguan penerbangan, kebutuhan terhadap tiket perjalanan dapat meningkat dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Gangguan penerbangan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya juga berdampak terhadap sejumlah perjalanan udara. Kondisi tersebut membuat penumpang harus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak bandara, maskapai, dan otoritas penerbangan.
Dalam kondisi seperti itu, masyarakat diharapkan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Setiap informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun penggantian penerbangan sebaiknya dikonfirmasi melalui saluran resmi.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa keberadaan personel di kawasan bandara tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Bantuan terhadap tujuh mahasiswi tersebut menjadi salah satu bentuk respons kepolisian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan. Pendampingan dilakukan agar para korban dapat kembali dengan aman setelah mengalami persoalan tiket.
Kasus dugaan penipuan tiket tersebut juga menjadi perhatian karena transaksi dilakukan melalui media sosial. Masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap akun atau pihak yang menawarkan tiket tanpa informasi yang dapat diverifikasi.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami persoalan serupa untuk segera meminta bantuan petugas apabila berada di lingkungan bandara. Dengan koordinasi yang cepat, persoalan perjalanan dapat ditangani sekaligus mencegah korban mengalami kerugian yang lebih besar.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar