Polda Sumsel Salurkan Bansos dan Edukasi Penyadap Karet Terdampak Karhutla
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. Polda Sumsel
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Sumsel Salurkan Bansos dan Edukasi Penyadap Karet Terdampak Karhutla
Polda Sumatera Selatan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu kegiatan dilakukan melalui edukasi kepada warga sekaligus penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Karta Mulia, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/9/2026). Warga yang menjadi sasaran kegiatan di antaranya para penyadap karet yang aktivitasnya ikut terdampak kondisi karhutla.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto bersama Kanit Binmas Polsek Gelumbang Aiptu Warsa dan Bhabinkamtibmas Desa Karta Mulia Aipda Amin. Pemerintah desa setempat turut mendampingi pelaksanaan kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian berdialog langsung dengan warga. Edukasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai berisiko menyebabkan api menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun kehidupan warga.
Selain menyampaikan edukasi, kepolisian juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi warga yang menghadapi kesulitan akibat kondisi lingkungan.
Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan komunikasi langsung bersama masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan pencegahan karhutla lebih mudah dipahami sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga.
Para penyadap karet juga menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dalam kondisi karhutla. Aktivitas ekonomi warga dapat terganggu ketika lingkungan sekitar terdampak asap maupun kebakaran.
Kepolisian menilai pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Peran masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam mengenali potensi munculnya titik api dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya sebelumnya menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Edukasi secara langsung hingga tingkat desa menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran masyarakat.
Polda Sumsel dalam beberapa waktu terakhir juga memperluas kegiatan sosialisasi karhutla. Program tersebut mencakup edukasi masyarakat, pembagian masker, pemasangan imbauan serta pemberian bantuan sosial di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi risiko karhutla yang meningkat selama musim kemarau. Masyarakat di daerah rawan diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya sumber api.
Petugas juga mengajak warga segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Respons sejak awal dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Melalui kegiatan sosial dan edukasi secara bersamaan, kepolisian berupaya menunjukkan kehadiran di tengah masyarakat. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga, sementara edukasi menjadi langkah jangka panjang untuk mencegah terjadinya karhutla.
Polda Sumsel bersama jajaran kepolisian di daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga lingkungan sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap kehidupan warga.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar