Anggota TNI Diserang Warga Suku Anak Dalam di Sarolangun, Situasi Kini Kondusif
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anggota TNI Diserang Warga Suku Anak Dalam di Sarolangun, Situasi Kini Kondusif
Sejumlah anggota TNI terlibat keributan dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kejadian bermula ketika sejumlah warga SAD diketahui membawa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari kawasan inti perusahaan. Personel Yonif 896/Serempun Pseko yang berada di lokasi kemudian melakukan pengejaran dan menegur warga tersebut agar TBS yang dibawa ditinggalkan.
Namun, teguran tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan. Ketegangan antara kedua kelompok semakin meningkat hingga terjadi keributan. Dalam situasi tersebut, sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi menjadi sasaran serangan dari warga SAD.
Peristiwa tersebut kemudian terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat adanya ketegangan antara warga dan sejumlah anggota TNI di kawasan perkebunan. Aparat terlihat berupaya menghindari eskalasi konflik ketika situasi semakin memanas.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa persoalan bermula ketika personel Yonif 896 mendapati sekelompok warga SAD membawa TBS dari kawasan inti PT SAL. Setelah ditegur dan diminta meninggalkan buah sawit tersebut, terjadi cekcok yang kemudian berujung pada keributan.
Menurut pihak kepolisian, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah peristiwa tersebut, berbagai pihak yang berkepentingan langsung melakukan langkah mediasi untuk meredakan ketegangan. Upaya tersebut dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Dandim 0420/Sarko Letkol Yakhya Wisnu Arianto juga membenarkan adanya insiden yang melibatkan anggota TNI dengan warga SAD. Keduanya menyampaikan bahwa kondisi di lokasi telah kembali kondusif dan proses mediasi telah dilakukan.
Pihak aparat menyatakan bahwa persoalan tersebut selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah mediasi tetap dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan mencegah terjadinya kembali ketegangan antara masyarakat dan aparat di wilayah tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan masyarakat adat dan aparat keamanan dalam persoalan yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan perkebunan. Penanganan secara hati-hati diperlukan agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara adil serta tetap mempertimbangkan aspek hukum dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Dengan situasi yang telah dinyatakan kondusif, seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan menyerahkan proses penyelesaian kepada mekanisme yang berlaku. Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pihak perusahaan, dan masyarakat juga menjadi penting untuk mencegah munculnya kembali konflik serupa di kemudian hari.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar