Antisipasi Karhutla, Polres Musi Rawas Sulap 13 Mobil Dinas Jadi Armada Pemadam
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Antisipasi Karhutla, Polres Musi Rawas Sulap 13 Mobil Dinas Jadi Armada Pemadam
Polres Musi Rawas, Sumatera Selatan, melakukan langkah inovatif untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 13 kendaraan dinas yang sebelumnya digunakan untuk mendukung aktivitas operasional kepolisian kini dimodifikasi agar dapat difungsikan sebagai armada pemadam kebakaran dan diterjunkan secara cepat ketika ditemukan titik api.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta mengatakan, kendaraan tersebut mendapatkan sejumlah penyesuaian, antara lain pemasangan tangki air berkapasitas besar, mesin pompa bertekanan tinggi, serta selang pemadam. Modifikasi ini memungkinkan kendaraan yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan operasional sehari-hari memiliki fungsi tambahan dalam penanganan karhutla di wilayah yang membutuhkan respons cepat.
Menurut Agung, inovasi tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sejak api masih berada dalam skala kecil. Kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api menyebar ke wilayah yang lebih luas, terutama di lokasi yang memiliki keterbatasan sarana pemadaman atau berada cukup jauh dari armada pemadam utama.
Dari 13 kendaraan yang telah disiapkan, sembilan unit akan ditempatkan di jajaran Polsek. Sementara itu, dua kendaraan dialokasikan untuk Satuan Lalu Lintas, sedangkan masing-masing satu unit disiapkan bagi Satuan Binmas dan Satuan Sabhara. Penempatan tersebut diharapkan membuat sarana pemadaman lebih dekat dengan wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla.
Selain memodifikasi kendaraan, Polres Musi Rawas juga memperhatikan kesiapan personel yang akan bertugas di lapangan. Sebanyak 39 pasang sepatu bot disiapkan untuk mendukung mobilitas sekaligus keselamatan anggota ketika melakukan penanganan kebakaran. Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi lapangan yang dapat berubah dengan cepat.
Pemanfaatan kendaraan dinas sebagai armada pemadam menunjukkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya membutuhkan jumlah personel yang memadai, tetapi juga sarana yang mampu bergerak cepat. Dengan memanfaatkan kendaraan yang telah tersedia, kepolisian dapat meningkatkan kemampuan respons awal tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kedatangan armada pemadam utama.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla melalui deteksi dini, patroli, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi dengan berbagai pihak. Polri sebelumnya menyatakan bahwa penanganan karhutla dilakukan mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan personel dan sarana, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya turut mengapresiasi inovasi yang dilakukan Polres Musi Rawas. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya operasional yang sudah tersedia dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat penanggulangan karhutla, khususnya dalam memberikan respons awal ketika kebakaran mulai terdeteksi.
Polda Sumatera Selatan juga terus mendorong berbagai langkah pencegahan dan penanganan karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, edukasi masyarakat, serta koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Upaya tersebut diperlukan mengingat kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Dengan adanya tambahan fungsi pada 13 kendaraan dinas tersebut, Polres Musi Rawas berharap penanganan titik api dapat dilakukan sedini mungkin. Respons cepat di tingkat wilayah diharapkan mampu menekan kemungkinan kebakaran berkembang menjadi lebih besar sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar