Polresta Yogyakarta Kerahkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Parade Indonesia Inklusi di Malioboro
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polresta Yogyakarta Kerahkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Parade Indonesia Inklusi di Malioboro
YOGYAKARTA — Polresta Yogyakarta mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Parade Indonesia Inklusi dan kegiatan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, serta sejumlah instansi terkait.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Parade yang digagas Diwa Foundation itu membawa pesan mengenai pentingnya kesetaraan, kebersamaan, dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan berbangsa.
Pengamanan terpadu dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Yogyakarta Kompol Sumalugi. Personel ditempatkan di sejumlah titik sepanjang jalur parade, mulai dari Halaman Gedung DPRD DIY, kemudian melintasi Jalan Malioboro, hingga lokasi akhir di kawasan Gedung Agung dan Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Sekitar 1.000 peserta turut ambil bagian dalam parade tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk personel TNI dan Polri, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Paskibraka, komunitas sepeda, serta kelompok penyandang disabilitas.
Keikutsertaan peserta dari berbagai latar belakang menjadi salah satu pesan utama kegiatan. Parade tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat persatuan dan menunjukkan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Salah satu kegiatan utama dalam parade adalah pembentangan kain Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Kain tersebut dibentangkan secara bersama-sama oleh para peserta di sepanjang jalur yang dilalui kirab, sehingga menciptakan pemandangan simbolis di kawasan Malioboro.
Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan upaya pemecahan rekor MURI. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai kelompok diharapkan dapat memperkuat pesan mengenai persatuan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi kelompok penyandang disabilitas untuk tampil dan berpartisipasi dalam kegiatan publik.
Dalam pelaksanaan pengamanan, personel kepolisian ditempatkan di sejumlah persimpangan dan titik yang dinilai membutuhkan pengaturan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada peserta, wisatawan, pedagang, dan masyarakat yang berada di kawasan Malioboro.
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Polisi tidak hanya bertugas menjaga ketertiban selama parade berlangsung, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas dengan aman di tengah adanya kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan berlangsung di kawasan wisata yang ramai.
Kawasan Malioboro sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan pariwisata di Yogyakarta. Karena itu, kegiatan dengan jumlah peserta yang besar membutuhkan pengaturan yang terkoordinasi agar tidak mengganggu mobilitas warga maupun wisatawan.
Kabag Ops Polresta Yogyakarta Kompol Sumalugi menyampaikan bahwa pengerahan personel dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kepolisian juga mengapresiasi semangat masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pesan inklusivitas menjadi bagian penting dalam parade. Kelompok penyandang disabilitas turut dilibatkan bersama peserta lainnya, menunjukkan bahwa kegiatan kebangsaan dapat menjadi ruang bersama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi setiap individu.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan parade. Nilai kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, serta berbagai kegiatan sosial.
Selain menjaga keamanan peserta, pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus selama kegiatan berlangsung. Penempatan personel di sepanjang rute dilakukan agar pergerakan peserta dapat berjalan teratur dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi tetap mendapatkan pelayanan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di kawasan Malioboro dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan gabungan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut dapat berjalan sesuai rencana. :
Parade Indonesia Inklusi di Malioboro sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat digunakan untuk menyampaikan pesan persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam satu kegiatan menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan secara bersama-sama.
Dengan dukungan seluruh pihak, kegiatan serupa diharapkan dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara. Peran aparat keamanan, penyelenggara, peserta, serta masyarakat menjadi satu kesatuan dalam menjaga agar kegiatan publik berlangsung aman dan nyaman.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar