Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Diperkuat melalui Pendidikan di Pusdik Binmas Polri

Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Diperkuat melalui Pendidikan di Pusdik Binmas Polri

  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Diperkuat melalui Pendidikan di Pusdik Binmas Polri

Sebanyak 583 peserta Pendidikan dan Latihan Polisi Khusus Kehutanan (Polsus Kehutanan) Tahun Anggaran 2026 mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Binmas Lemdiklat Polri, Semarang. Program ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kemampuan Polisi Kehutanan agar semakin siap menjalankan tugas perlindungan dan pengamanan kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia.

Pendidikan tersebut berlangsung selama dua bulan dan diikuti peserta yang berasal dari berbagai daerah. Pelaksanaan pendidikan ini sekaligus menjadi tahap awal dari rencana pengembangan kapasitas hingga 6.500 Polisi Kehutanan yang akan mendapatkan pendidikan secara bertahap. Program tersebut diharapkan dapat membentuk personel yang memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Pendidikan Polsus Kehutanan secara resmi dibuka pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Lapangan R. Oetomo, Pusdik Binmas Lemdiklat Polri. Pembukaan dilakukan oleh Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah memfasilitasi pelaksanaan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi Polisi Kehutanan.

Menurut Rohmat, kemampuan yang diperoleh selama pendidikan harus dapat diterapkan secara nyata ketika para peserta kembali menjalankan tugas. Polisi Kehutanan dituntut mampu menjaga kawasan hutan dan ekosistemnya sekaligus membangun koordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Kurikulum pendidikan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memahami materi secara teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam situasi pekerjaan yang sebenarnya. Materi pendidikan mencakup pembentukan sikap dan tata nilai, pengetahuan mengenai tugas kepolisian, keterampilan dasar kehutanan, hingga kemampuan khusus yang mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam aspek pengetahuan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini, patroli, penjagaan, pengawalan, pengamanan tempat kejadian perkara, pengamanan barang bukti, operasi penertiban, regulasi, komunikasi, serta kemitraan dengan masyarakat. Sementara itu, keterampilan dasar mencakup navigasi dan pemetaan, pemeriksaan tumbuhan dan satwa, pengenalan jenis satwa, pengendalian kebakaran hutan, komunikasi efektif, dan penyusunan laporan.

Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. menjelaskan bahwa pendidikan yang diberikan di lingkungan Polri diarahkan untuk memperkuat kemampuan yang relevan dengan kebutuhan tugas Polisi Kehutanan. Menurutnya, personel tidak hanya perlu memahami aspek kehutanan, tetapi juga harus memiliki kemampuan menghadapi kondisi lapangan, memahami prosedur, mengelola barang bukti, menangani tempat kejadian perkara, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Panca menegaskan bahwa pendidikan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah kewenangan Polisi Kehutanan. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan profesionalitas personel agar pelaksanaan perlindungan serta pengamanan hutan dapat dilakukan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program pendidikan ini juga menjadi bagian dari rencana Kementerian Kehutanan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas Polisi Kehutanan secara bertahap. Dari target 6.500 personel yang akan mendapatkan pendidikan, sebanyak 583 peserta menjadi kelompok awal yang dipersiapkan melalui program kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan Polri. Ke depan, kerja sama tersebut juga diarahkan mencakup pendidikan tingkat manajerial serta pengembangan kompetensi lainnya.

Penguatan kemampuan Polisi Kehutanan dinilai memiliki arti penting dalam menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia. Kawasan hutan yang terlindungi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan pepohonan dan satwa, tetapi juga berhubungan dengan ketersediaan sumber air, keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati, serta kondisi lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Upaya menjaga hutan juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kementerian Kehutanan, Polri, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat penegak hukum lainnya memiliki peran masing-masing dalam menjaga kawasan hutan sesuai kewenangan. Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena tantangan perlindungan hutan membutuhkan kemampuan personel yang profesional sekaligus koordinasi yang kuat.

Dengan dimulainya pendidikan bagi 583 peserta, pemerintah berharap terbentuk Polisi Kehutanan yang semakin kompeten, berintegritas, dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan tugas. Program tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat perlindungan hutan Indonesia sekaligus memastikan sumber daya alam tetap terjaga bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar

 

Tags
  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran

    Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pedagang Mi Ayam Cium Bau Menyengat Sebelum Jenazah Ditemukan di Gardu LRT Pancoran Penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas di sebuah gardu listrik di bawah Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, menghebohkan warga pada Selasa malam, 1 September 2026. Sebelum petugas menemukan jenazah tersebut, sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku telah mencium bau menyengat yang berasal […]

  • [KLARIFIKASI] Tidak Benar Anggota Polri Meninggal Saat Upacara HUT RI

    [KLARIFIKASI] Tidak Benar Anggota Polri Meninggal Saat Upacara HUT RI

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    [KLARIFIKASI] Tidak Benar Anggota Polri Meninggal Saat Upacara HUT RI Informasi yang menyebut seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meninggal dunia saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia beredar di media sosial. Kabar tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena disertai narasi yang seolah-olah menggambarkan adanya anggota kepolisian yang meninggal ketika […]

  • Prabowo Minta 300 Sumur Bor Dibangun di Riau untuk Percepat Penanganan Karhutla

    Prabowo Minta 300 Sumur Bor Dibangun di Riau untuk Percepat Penanganan Karhutla

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Prabowo Minta 300 Sumur Bor Dibangun di Riau untuk Percepat Penanganan Karhutla Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan 300 sumur bor di sejumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Riau, Senin, […]

  • Sebelum Dibakar, Sopir di Karangasem Sempat Dipukul Bos hingga Terjatuh

    Sebelum Dibakar, Sopir di Karangasem Sempat Dipukul Bos hingga Terjatuh

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sebelum Dibakar, Sopir di Karangasem Sempat Dipukul Bos hingga Terjatuh Fakta baru terungkap dalam kasus kekerasan terhadap seorang sopir truk asal Karangasem, Bali. I Gede Selamet (21) diketahui sempat mengalami kekerasan fisik dari atasannya, I Putu Cahyadi Putra (37), sebelum akhirnya menjadi korban pembakaran. Peristiwa tersebut bermula dari persoalan uang setoran yang belum diserahkan sesuai […]

  • DPO Kasus Narkoba di Bulukumba Meninggal Dunia Setelah Dilumpuhkan Polisi

    DPO Kasus Narkoba di Bulukumba Meninggal Dunia Setelah Dilumpuhkan Polisi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DPO Kasus Narkoba di Bulukumba Meninggal Dunia Setelah Dilumpuhkan Polisi Seorang pria berinisial R yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait perkara narkotika di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah sebelumnya dilumpuhkan oleh aparat kepolisian saat proses penangkapan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 27 September 2026, ketika petugas mendeteksi keberadaan R di wilayah […]

  • Kapolres Demak Cup 2026: Lebih dari Sekadar Pertandingan Game, Wadah Emas Pembinaan Generasi Muda Demak

    Kapolres Demak Cup 2026: Lebih dari Sekadar Pertandingan Game, Wadah Emas Pembinaan Generasi Muda Demak

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DEMAK – Kepolisian Resor Demak kembali berinovasi dalam membina generasi muda melalui jalur positif dengan menggelar turnamen e-sport Free Fire bertajuk Kapolres Demak Cup 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1 hingga 2 Mei 2026 di Gedung Wisma Halim, Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam ini, menjadi bukti nyata dukungan terhadap perkembangan bakat anak muda di […]

expand_less