Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap rangkaian dugaan aliran dana dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widyantoro. Berdasarkan hasil penyidikan, uang yang diperoleh dari dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang diduga tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga digunakan untuk mengurus perkara yang sedang ditangani KPK. Perkembangan tersebut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Penyidik KPK menjelaskan bahwa Anom Widyantoro diduga memerintahkan orang kepercayaannya, Mohamad Haris, untuk menghimpun sejumlah uang dari berbagai pejabat daerah maupun pihak swasta yang memiliki kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Dari hasil pengumpulan tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp1,98 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari praktik pemerasan yang dilakukan dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangan sebagai kepala daerah.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan bahwa sebagian dana hasil pemerasan kemudian diserahkan kepada seorang pihak swasta berinisial LBS yang diduga menjadi perantara untuk mengurus perkara di KPK. Nilai uang yang diserahkan mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Setelah proses penyerahan berlangsung, tim KPK segera melakukan tindakan pengamanan terhadap pihak terkait beserta barang bukti uang tunai yang ditemukan. Penemuan tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam pengembangan perkara yang saat ini masih terus berjalan.

Rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK berlangsung di tiga wilayah, yakni Pemalang, Purworejo, dan Jakarta. Dalam operasi tersebut, sebanyak 21 orang berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan gelar perkara dan pendalaman alat bukti, penyidik menetapkan sejumlah tersangka yang diduga memiliki peran berbeda dalam keseluruhan rangkaian tindak pidana korupsi tersebut.

KPK mengungkap bahwa perkara ini memiliki dua klaster penyidikan. Klaster pertama berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang terhadap bawahannya maupun pihak swasta. Sementara klaster kedua menyangkut dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai KPK terhadap Bupati Pemalang dengan dalih membantu penyelesaian perkara yang sedang ditangani. Kedua klaster tersebut kini ditangani secara terpisah untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Menurut KPK, seluruh proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup serta melalui mekanisme hukum yang berlaku. Penyidik masih terus menelusuri aliran dana, memeriksa sejumlah saksi, dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam perkara tersebut. Langkah ini dilakukan agar seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya penguatan sistem pengawasan di lingkungan pemerintahan daerah. Transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan anggaran serta pelayanan publik dinilai menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang. KPK menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak pidana korupsi dan menindak setiap pihak yang terbukti melanggar hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukannya.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai, Kapolda Jatim Minta Polisi Utamakan Edukasi dan Sikap Humanis

    Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai, Kapolda Jatim Minta Polisi Utamakan Edukasi dan Sikap Humanis

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai, Kapolda Jatim Minta Polisi Utamakan Edukasi dan Sikap Humanis SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi memulai Operasi Patuh Semeru 2026 pada Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas […]

  • Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis Peristiwa penusukan yang terjadi di lingkungan sebuah rumah sakit menggemparkan masyarakat setelah seorang petugas satuan pengamanan (satpam) diduga menikam petugas hemodialisis atau cuci darah hingga mengalami luka berat dan sempat berada dalam kondisi kritis. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah […]

  • Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Dalam Penyelidikan

    Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Dalam Penyelidikan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 74
    • 0Komentar

      Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Dalam Penyelidikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan penjelasan mengenai kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tersebut belum diumumkan karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Pramono menegaskan bahwa […]

  • Jaga Kondusivitas May Day, Polda Kalbar Terapkan Pola Pengamanan Humanis dan Persuasif

    Jaga Kondusivitas May Day, Polda Kalbar Terapkan Pola Pengamanan Humanis dan Persuasif

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 yang jatuh pada Jumat (1/5), Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah menyiapkan strategi pengamanan yang matang dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap terjaga aman serta kondusif, sekaligus menjamin terpenuhinya hak konstitusional […]

  • Aksi Almamater Lima Kembali Digelar di TangCity, Polisi Pastikan Penyampaian Aspirasi Berjalan Aman dan Tertib

    Aksi Almamater Lima Kembali Digelar di TangCity, Polisi Pastikan Penyampaian Aspirasi Berjalan Aman dan Tertib

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Aksi Almamater Lima Kembali Digelar di TangCity, Polisi Pastikan Penyampaian Aspirasi Berjalan Aman dan Tertib Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok Almamater Lima kembali berlangsung di kawasan TangCity Mall, Kota Tangerang. Demonstrasi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar […]

  • Operasi Patuh 2026 Sasar Pelawan Arah, Polri: Ini Upaya Bangun Kesadaran Bersama

    Operasi Patuh 2026 Sasar Pelawan Arah, Polri: Ini Upaya Bangun Kesadaran Bersama

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Operasi Patuh 2026 Sasar Pelawan Arah, Polri: Ini Upaya Bangun Kesadaran Bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Operasi Patuh 2026 sebagai langkah untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian utama dalam operasi kali ini adalah pengendara yang melawan arus karena perilaku tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan […]

expand_less