Kebakaran Lahan Melanda Perbukitan Sorong Utara, Api Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebakaran Lahan Melanda Perbukitan Sorong Utara, Api Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan perbukitan Gunung Kali Ampat, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) itu sempat menghanguskan area semak belukar dan vegetasi kering di lereng perbukitan. Berkat kerja sama tim gabungan dari berbagai instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.
Menurut laporan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui warga yang melihat kepulan asap tebal membumbung dari kawasan perbukitan. Kondisi cuaca yang panas, vegetasi yang mengering, serta hembusan angin membuat api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran yang segera mengerahkan personel beserta armada menuju lokasi kejadian.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena titik api berada di wilayah berbukit dengan akses yang cukup sulit dijangkau kendaraan pemadam. Petugas harus berjalan kaki menuju beberapa titik kebakaran sambil membawa peralatan pemadaman. Selain medan yang terjal, arah angin yang berubah-ubah juga membuat api beberapa kali berpindah ke area lain sehingga membutuhkan strategi khusus untuk mengendalikan penyebarannya.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat TNI, Polri, serta relawan bekerja secara terpadu melakukan penyekatan api agar tidak merambat ke kawasan yang lebih luas. Setelah beberapa jam melakukan penyemprotan dan pendinginan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya dan tidak lagi ditemukan titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada permukiman warga. Namun demikian, sejumlah lahan yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar. Petugas juga terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa, mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di kawasan terbuka, terutama pada musim kemarau. Warga diminta untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan karena tindakan tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran lahan yang lebih besar.
Selain upaya pemadaman, pemerintah bersama instansi terkait juga akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus melindungi kawasan hutan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah Sorong Utara.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kebakaran lahan dapat terjadi dengan cepat ketika didukung kondisi cuaca ekstrem dan vegetasi yang kering. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta melaporkan secara cepat apabila menemukan titik api menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran di masa mendatang.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes

Saat ini belum ada komentar