Aksi Demonstrasi Ojol dan Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat, Sebanyak 1.246 Personel Gabungan Disiagakan
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aksi Demonstrasi Ojol dan Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat, Sebanyak 1.246 Personel Gabungan Disiagakan
Aksi unjuk rasa yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol) bersama sejumlah elemen mahasiswa digelar di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (2/7/2026). Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi berlangsung, aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 1.246 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis lokasi aksi.
Personel pengamanan berasal dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek yang berada di wilayah sekitar lokasi demonstrasi. Sebelum pelaksanaan pengamanan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan guna memastikan proses pengamanan berjalan sesuai prosedur serta mengedepankan pendekatan yang humanis kepada para peserta aksi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, aksi pengemudi ojol dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), sementara kelompok mahasiswa menggelar demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Kedua aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama sehingga memerlukan pengamanan yang lebih terkoordinasi guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Selain melakukan pengamanan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus kendaraan akan diberlakukan apabila jumlah massa meningkat dan menyebabkan kepadatan di sekitar lokasi aksi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat tanpa mengurangi hak warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat yang akan melintas di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, maupun sekitar Gedung DPR/MPR diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif serta menyesuaikan waktu perjalanan guna menghindari potensi kemacetan. Petugas di lapangan juga disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan memberikan informasi kepada pengguna jalan apabila terjadi perubahan rekayasa lalu lintas.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional selama mengawal jalannya demonstrasi. Aparat juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta menjaga fasilitas umum agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Aksi demonstrasi yang melibatkan pengemudi ojol dan mahasiswa tersebut menjadi perhatian publik karena mengangkat berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah maupun aparat keamanan berharap penyampaian pendapat dapat berlangsung secara damai sehingga seluruh aspirasi dapat disampaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam sistem demokrasi Indonesia.
Jurnalis : Sarah
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar