Usai Didemo Terkait Keberangkatan Mahasiswa ke Ende Bersama Gibran, Unsoed Tegaskan Tidak Terlibat Program MBG dan Koperasi Merah Putih
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Usai Didemo Terkait Keberangkatan Mahasiswa ke Ende Bersama Gibran, Unsoed Tegaskan Tidak Terlibat Program MBG dan Koperasi Merah Putih
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memberikan penjelasan terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa setelah kampus tersebut mengirimkan perwakilan mahasiswa dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Dalam keterangannya, pihak universitas menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Merah Putih.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut merupakan bentuk aspirasi mahasiswa yang mempertanyakan dasar pengiriman mahasiswa dalam kegiatan nasional tersebut. Sebagian peserta aksi menilai langkah kampus berpotensi menimbulkan persepsi bahwa institusi pendidikan mendukung program tertentu yang tengah menjadi perhatian publik. Mereka meminta adanya transparansi dan penjelasan resmi dari pihak rektorat mengenai tujuan serta mekanisme pemilihan mahasiswa yang diberangkatkan.
Menanggapi hal tersebut, pihak Universitas Jenderal Soedirman menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa dilakukan semata-mata dalam rangka memenuhi undangan kegiatan kebangsaan dan akademik. Kampus memastikan tidak ada keterlibatan institusi dalam mendukung maupun menolak program-program pemerintah tertentu, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Menurut pihak universitas, perguruan tinggi tetap menjaga independensi serta fokus pada pelaksanaan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pihak kampus juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan perwakilan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan bukan sebagai bentuk representasi sikap resmi universitas terhadap kebijakan pemerintah. Keikutsertaan mereka lebih diarahkan sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran dan penguatan wawasan kebangsaan yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.
Sementara itu, mahasiswa yang menggelar aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak rektorat. Selain meminta keterbukaan informasi, mereka juga menegaskan pentingnya menjaga independensi kampus dari kepentingan politik maupun program-program yang dianggap dapat menimbulkan persepsi keberpihakan institusi pendidikan terhadap agenda tertentu. Dialog antara mahasiswa dan pihak universitas pun diharapkan dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan perbedaan pandangan secara konstruktif.
Pengamat pendidikan menilai bahwa dinamika yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian dari kehidupan akademik yang sehat. Kebebasan menyampaikan pendapat serta keterbukaan dalam memberikan penjelasan kepada sivitas akademika dinilai menjadi unsur penting dalam menjaga kepercayaan dan kualitas demokrasi di lingkungan kampus. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak universitas perlu terus diperkuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Di sisi lain, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta wawasan kebangsaan generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan nasional dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat, selama pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan tidak mengurangi independensi institusi pendidikan sebagai ruang yang menjunjung tinggi nilai akademik.
Pihak Universitas Jenderal Soedirman berharap seluruh sivitas akademika dapat menjaga suasana yang kondusif dan mengedepankan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan. Dengan demikian, kampus tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan dan gagasan.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar