Pria Diduga Menyekap Kekasih Selama Tiga Tahun di Bandung Masih Buron, Sempat Kabur Saat Akan Ditangkap Polisi
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pria Diduga Menyekap Kekasih Selama Tiga Tahun di Bandung Masih Buron, Sempat Kabur Saat Akan Ditangkap Polisi
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik. Terduga pelaku yang diketahui merupakan kekasih korban hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil lolos dari upaya penangkapan yang dilakukan oleh tim penyidik Polda Jawa Barat.
Perempuan berinisial YTR (29) diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya selama kurang lebih tiga tahun. Korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan harus menjalani perawatan intensif akibat luka-luka serta kondisi fisik yang melemah. Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan pelaku.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pemetaan dan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Namun, setiap kali aparat mendekati target, terduga pelaku berhasil meloloskan diri. Polisi menduga pria tersebut terus berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan.
Penyidik dari Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Selain memburu pelaku, polisi juga berupaya mengumpulkan berbagai keterangan dan alat bukti guna mengungkap seluruh fakta yang terjadi selama korban diduga mengalami penyekapan dan kekerasan. Aparat sengaja tidak mengungkap detail proses pencarian demi kepentingan penyidikan dan keselamatan korban maupun petugas.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena dugaan penyekapan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Berbagai pihak mengecam tindakan kekerasan terhadap perempuan dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Sejumlah tokoh dan pemerhati perlindungan perempuan juga meminta agar korban mendapatkan pendampingan psikologis serta perlindungan maksimal selama proses hukum berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan pelaku sempat terdeteksi oleh aparat. Namun, informasi mengenai upaya penangkapan diduga bocor sehingga pria tersebut kembali berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi. Kondisi tersebut membuat polisi harus melakukan pemetaan ulang terhadap jaringan dan kemungkinan lokasi persembunyian yang baru.
Polda Jawa Barat memastikan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan dan meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan terduga pelaku untuk segera melaporkannya kepada aparat kepolisian. Kerja sama masyarakat dinilai penting untuk mempercepat proses penangkapan dan memastikan kasus tersebut dapat segera dituntaskan.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya peningkatan kesadaran terhadap tindak kekerasan dalam hubungan pribadi. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat sistem perlindungan bagi perempuan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar