PDIP Ingatkan Pemerintah soal Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Kenaikan Harga Pertamax
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PDIP Ingatkan Pemerintah soal Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Kenaikan Harga Pertamax
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, khususnya Pertamax. Menurut sejumlah anggota legislatif dari fraksi tersebut, kenaikan harga bahan bakar memiliki dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi yang pada akhirnya dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan global, stabilitas harga energi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik. Ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan, biaya operasional di berbagai sektor usaha juga cenderung meningkat. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga oleh usaha mikro, kecil, dan menengah yang sangat bergantung pada biaya transportasi dan distribusi.
PDIP menilai bahwa kenaikan harga Pertamax berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak konsumsi domestik. Jika pengeluaran untuk transportasi meningkat, masyarakat kemungkinan akan mengurangi konsumsi pada sektor lainnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang selama ini banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Selain itu, kenaikan biaya energi juga dapat berdampak terhadap harga barang dan jasa. Pelaku usaha yang menghadapi peningkatan biaya operasional biasanya akan melakukan penyesuaian harga untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka. Apabila kondisi tersebut terjadi secara luas, maka tekanan inflasi dapat meningkat dan memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Fraksi PDIP meminta pemerintah untuk melakukan kajian secara komprehensif terhadap dampak kebijakan harga energi terhadap masyarakat dan dunia usaha. Menurut mereka, setiap kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi kenaikan biaya hidup.
Di sisi lain, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan menjaga kesehatan keuangan negara dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Kebijakan energi yang tepat dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengamat ekonomi menilai bahwa sektor energi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Perubahan harga bahan bakar tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga memengaruhi biaya produksi, distribusi, hingga harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, pengelolaan kebijakan energi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap masyarakat maupun pelaku usaha.
Meskipun demikian, sejumlah ekonom berpendapat bahwa dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada besaran kenaikan, kondisi pasar global, serta langkah mitigasi yang diambil pemerintah. Apabila pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan stimulus yang tepat, dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dapat diminimalkan.
Ke depan, pemerintah diharapkan terus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga energi dan mengantisipasi berbagai risiko ekonomi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar