Polda Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla dengan Kerahkan Personel BKO di Wilayah Rawan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla dengan Kerahkan Personel BKO di Wilayah Rawan
PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan tiga kompi personel Brigade Mobil (Brimob) untuk membantu pengendalian kebakaran di sejumlah wilayah rawan. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan petugas, mempercepat penanganan titik api, serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.
Pengerahan personel bantuan bawah kendali operasi (BKO) menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama instansi terkait dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Tengah. Personel yang ditugaskan akan mendukung kegiatan pemadaman, patroli, pemantauan kondisi lapangan, serta pengawasan di wilayah yang masih berpotensi mengalami kebakaran.
Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, mengatakan penguatan personel diperlukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan lebih optimal. Menurutnya, kesiapan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam merespons kemunculan titik api sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Tiga kompi personel Brimob tersebut ditempatkan untuk memperkuat penanganan di sejumlah wilayah prioritas, terutama Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan dan kondisi wilayah yang memerlukan perhatian lebih.
Pengawasan di Wilayah Rawan Terus Ditingkatkan
Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah muncul, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui patroli dan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sehingga petugas dapat segera mengambil tindakan sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan turut mendukung kegiatan pengecekan lokasi rawan, pemantauan perkembangan titik api, serta koordinasi dengan satuan tugas penanganan karhutla. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dan membantu menentukan langkah penanganan sesuai kondisi yang ditemukan.
Kawasan hutan dan lahan yang mengalami kekeringan memiliki risiko kebakaran yang perlu diantisipasi, terutama ketika kondisi cuaca kembali panas. Karena itu, meskipun hujan mulai turun dan sejumlah titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, pengawasan tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kebakaran baru.
Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa perubahan kondisi cuaca tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Sejumlah titik yang telah padam tetap perlu dipantau, mengingat potensi munculnya kembali api dapat menimbulkan tantangan tersendiri bagi petugas.
Luas Area Karhutla yang Ditangani Capai 37,94 Hektare
Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah pada Selasa, luas area karhutla yang ditangani dalam kurun waktu 24 jam mencapai 37,94 hektare. Data tersebut menunjukkan bahwa upaya pengendalian kebakaran masih membutuhkan perhatian dan koordinasi dari berbagai pihak.
Dalam menangani kebakaran, petugas melaksanakan pemadaman dan pendinginan pada area terdampak. Proses pendinginan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan api kembali menyala, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan panas setelah proses pemadaman awal.
Patroli berkala juga menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan. Melalui pemantauan lanjutan, petugas dapat memeriksa kondisi lokasi yang sebelumnya terbakar sekaligus mengidentifikasi potensi munculnya titik api baru di sekitar kawasan tersebut.
Keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel yang dikerahkan, tetapi juga oleh kecepatan respons, ketersediaan sarana pendukung, kondisi cuaca, serta koordinasi antara petugas di lapangan dan instansi terkait.
Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mendukung Mitigasi
Selain mengerahkan personel untuk memperkuat penanganan di lapangan, upaya mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kegiatan tersebut melibatkan satuan tugas karhutla bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara.
Dalam pelaksanaan sortie pertama, pesawat Casa 212-200/A-2105 melakukan penyemaian sebanyak 800 kilogram natrium klorida (NaCl) pada ketinggian sekitar 10.000 kaki. Wilayah sasaran penyemaian meliputi bagian selatan Kabupaten Pulang Pisau dan selatan Kabupaten Katingan.
Operasi Modifikasi Cuaca bertujuan mendukung potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran berdasarkan analisis atmosfer dan perkembangan kondisi cuaca. Pelaksanaannya memerlukan koordinasi lintas instansi agar kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi meteorologis yang terpantau.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya melaporkan bahwa kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin, serta pertemuan angin di sejumlah wilayah.
Meski demikian, penanganan karhutla tetap memerlukan langkah terpadu. Dukungan kondisi cuaca perlu diimbangi dengan pemadaman di lokasi terdampak, pengawasan kawasan rawan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sinergi Antarinstansi Menjadi Kunci Penanganan
Polda Kalteng menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Polri, TNI, petugas pemadam kebakaran, hingga masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan agar upaya pemadaman dan pencegahan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Setiap instansi memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya. Kepolisian mendukung pengamanan, patroli, dan penanganan sesuai prosedur, sedangkan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait melakukan upaya teknis pengendalian api serta penanganan dampak kebakaran. Pemerintah daerah juga berperan dalam koordinasi penanggulangan bencana dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Keterlibatan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla. Warga yang mengetahui adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.
Pencegahan Karhutla Membutuhkan Peran Bersama
Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan ekosistem, gangguan terhadap aktivitas warga, hingga penurunan kualitas udara akibat asap. Dampaknya dapat meluas apabila kebakaran terjadi di kawasan yang sulit dijangkau atau ketika kondisi cuaca mempercepat penyebaran api.
Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman. Pemantauan rutin, penyampaian informasi secara cepat, dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran berulang.
Penguatan personel BKO Brimob oleh Polda Kalteng diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah prioritas. Dengan dukungan pemadaman terpadu, patroli, serta mitigasi melalui koordinasi lintas instansi, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan berlangsung lebih efektif.
Polda Kalteng bersama instansi terkait juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran. Kolaborasi antara petugas dan warga menjadi salah satu faktor penting untuk menekan risiko karhutla serta menjaga kelestarian kawasan hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar