Profil Brigjen Aries Syahbudin, Kakorlantas Polri yang Pernah Terlibat dalam Keberhasilan Mudik Lebaran 2025
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Profil Brigjen Aries Syahbudin, Kakorlantas Polri yang Pernah Terlibat dalam Keberhasilan Mudik Lebaran 2025
JAKARTA – Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Aries Syahbudin resmi menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri setelah dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Markas Besar Polri, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Aries menggantikan Irjen Pol Wibowo berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Aries Syahbudin di institusi kepolisian. Sebelum dipercaya memimpin Korlantas Polri, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri. Pengalaman dalam mempersiapkan operasi kepolisian berskala nasional, termasuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejaknya di bidang lalu lintas.
Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan di Lapangan National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta, pada hari yang sama. Pergantian tersebut menandai dimulainya tanggung jawab Aries dalam memimpin jajaran lalu lintas nasional, termasuk mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan keselamatan jalan, pengaturan arus kendaraan, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.
Aries Syahbudin merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sepanjang kariernya, ia pernah bertugas di tingkat kewilayahan maupun pusat. Sebelum bergabung dalam jajaran Korlantas, Aries pernah menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan.
Pengalaman bertugas di dua wilayah tersebut memberinya kesempatan menangani persoalan lalu lintas dengan karakteristik geografis dan kebutuhan masyarakat yang berbeda. Tanggung jawab sebagai direktur lalu lintas di tingkat daerah mencakup pengelolaan keamanan dan ketertiban lalu lintas, upaya pencegahan kecelakaan, serta koordinasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.
Karier Aries kemudian berlanjut di lingkungan Korlantas Polri. Ia pernah menduduki jabatan Kepala Subdirektorat Audit dan Inspeksi Direktorat Keamanan dan Keselamatan, Kepala Bagian Operasi, serta Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri. Berbagai posisi tersebut berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan tugas, perencanaan operasi, serta pengawasan terhadap penerapan kebijakan di lapangan.
Ketika menjabat Kabag Ops Korlantas Polri, Aries terlibat dalam persiapan dan koordinasi sejumlah operasi besar, termasuk pengamanan Natal dan Tahun Baru serta penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran. Tugas operasional tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, kesiapan personel, pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta koordinasi lintas instansi untuk menghadapi perubahan kondisi lalu lintas.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah Operasi Ketupat 2025. Dalam persiapannya, pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan kepadatan kendaraan menjadi bagian dari langkah antisipasi. Kesiapan rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan data dan teknologi juga digunakan untuk membantu petugas memantau situasi dan menyesuaikan langkah penanganan ketika arus kendaraan meningkat.
Evaluasi Korlantas Polri terhadap Operasi Ketupat 2025 mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 31 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan dilaporkan turun sebesar 53 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengamanan mudik pada tahun tersebut.
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2025 dan menyebutnya sebagai salah satu pelaksanaan mudik terbaik sepanjang sejarah. Dalam konteks tersebut, Aries menjadi bagian dari jajaran operasional Korlantas yang terlibat dalam persiapan dan pengendalian kegiatan. Capaian itu merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur, termasuk kepolisian, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.
Meski demikian, keberhasilan penyelenggaraan mudik tidak hanya diukur dari penurunan angka kecelakaan. Kelancaran perjalanan, kecepatan penanganan gangguan lalu lintas, kesiapan fasilitas pendukung, serta perlindungan terhadap keselamatan pengguna jalan juga menjadi aspek penting dalam evaluasi. Pengalaman dari operasi sebelumnya dapat menjadi bahan untuk menyusun langkah antisipasi yang lebih terarah pada pelaksanaan operasi berikutnya.
Selain pengamanan mudik, Aries juga memiliki pengalaman dalam persiapan kebijakan penanganan kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan atau *over dimension over loading* (ODOL). Penanganan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antara kepolisian, instansi transportasi, pengusaha angkutan, pemilik kendaraan, dan pengemudi agar aturan keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.
Dalam persiapan menuju kebijakan Zero ODOL 2027, pendekatan yang dibahas mencakup sosialisasi, pemberian peringatan, serta penegakan hukum sesuai ketentuan. Pelibatan pelaku usaha dan pengemudi juga diperlukan agar pemahaman terhadap aturan berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kepatuhan. Kendaraan yang melebihi batas dimensi atau muatan dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan perjalanan dan kondisi infrastruktur jalan.
Dengan pengalaman dari tingkat daerah hingga pusat, Aries kini menghadapi tanggung jawab untuk melanjutkan agenda strategis Korlantas Polri. Tantangan yang perlu diperhatikan meliputi peningkatan keselamatan berkendara, pengendalian kemacetan, penguatan pelayanan lalu lintas, serta penanganan pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Keberhasilan kepemimpinan baru tersebut nantinya perlu dilihat melalui pelaksanaan program dan hasil yang dapat diukur. Penurunan angka kecelakaan, kualitas pelayanan kepada masyarakat, efektivitas pengaturan arus kendaraan, serta konsistensi penerapan aturan menjadi sejumlah aspek yang relevan untuk menilai kinerja Korlantas Polri ke depan.
Pelantikan Aries Syahbudin pada 12 Oktober 2026 sekaligus menandai pergantian kepemimpinan di tubuh Korlantas Polri. Dengan rekam jejak di bidang operasional dan lalu lintas, ia dipercaya meneruskan tugas organisasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan di jalan raya. Pengalaman penyelenggaraan Operasi Ketupat 2025 menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya yang akan menyertai pelaksanaan tanggung jawab baru tersebut.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar