Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Terpapar Asap Karhutla di Sampit, Induk dan Anak Orang Utan Berhasil Dievakuasi

Terpapar Asap Karhutla di Sampit, Induk dan Anak Orang Utan Berhasil Dievakuasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terpapar Asap Karhutla di Sampit, Induk dan Anak Orang Utan Berhasil Dievakuasi

Kabar baik datang dari kawasan Hutan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Sepasang orang utan yang terdiri dari induk dan anak berhasil diselamatkan setelah ditemukan berada di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Induk orang utan yang kemudian diberi nama Raya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, sementara anaknya yang bernama Rayu diperkirakan masih berusia sekitar satu tahun. Keduanya ditemukan bertahan di atas pohon di tengah kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat tim penyelamat segera melakukan evakuasi untuk memastikan keselamatan kedua satwa dilindungi tersebut.

Proses penyelamatan dilakukan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI). Evakuasi berlangsung di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, pada Rabu, 2 September 2026.

Sebelum dievakuasi, Raya dan Rayu sempat terpapar asap akibat kebakaran yang terjadi di sekitar habitat mereka. Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi keduanya masih tergolong baik. Tim dokter hewan juga memastikan kedua orang utan masih memberikan respons dan menunjukkan aktivitas setelah proses penyelamatan.

Dokter hewan OFI, drh Ichlasul Khaerul, menjelaskan bahwa aktivitas dan respons kedua orang utan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi mereka setelah dievakuasi. Selama proses penyelamatan dan pemeriksaan awal, Raya dan Rayu masih menunjukkan respons yang baik.

Paparan asap memang menjadi salah satu risiko serius bagi satwa liar yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Namun, pada pemeriksaan sementara, Raya dan Rayu belum menunjukkan tanda-tanda gangguan akibat asap dalam kondisi berat. Tim tetap melakukan pemantauan karena dampak paparan asap terhadap saluran pernapasan dapat berkembang setelah beberapa waktu.

Selain memeriksa kondisi pernapasan, tim juga memastikan apakah kedua satwa mengalami luka akibat kebakaran. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka terbuka pada tubuh Raya dan Rayu. Keduanya juga tidak menunjukkan tanda cedera akibat benturan atau tertimpa pohon selama berada di kawasan terdampak karhutla.

Meskipun secara umum terlihat sehat, tim tetap memberikan perhatian terhadap kemungkinan dehidrasi yang dapat dialami satwa akibat suhu panas dan kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel untuk mengetahui kondisi kesehatan keduanya secara lebih menyeluruh.

Sampel darah dan rambut telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Tim juga masih berupaya memperoleh sampel lain yang diperlukan untuk melengkapi pemeriksaan kesehatan Raya dan Rayu. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan sebelum menentukan tindakan rehabilitasi atau penanganan lanjutan bagi kedua orang utan tersebut.

Karhutla Ancam Habitat Satwa

Kejadian ini kembali menunjukkan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap satwa liar yang hidup di kawasan hutan Kalimantan. Ketika habitat terbakar atau dipenuhi asap, satwa dapat kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan sehingga berpotensi berpindah ke kawasan lain yang lebih aman.

Orang utan merupakan salah satu satwa yang sangat bergantung pada keberadaan hutan sebagai habitatnya. Kerusakan kawasan hutan akibat kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan satwa secara langsung, tetapi juga dapat mengurangi ruang hidup dan ketersediaan sumber makanan dalam jangka panjang.

Karena itu, penyelamatan Raya dan Rayu tidak berhenti pada proses evakuasi. Pemantauan kondisi kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan keduanya benar-benar pulih dan dapat mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan konservasi.

Keberhasilan evakuasi ini juga menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan keselamatan manusia dan pemadaman api. Perlindungan terhadap ekosistem serta satwa liar yang berada di kawasan terdampak juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla diharapkan turut membantu dengan melaporkan apabila menemukan satwa liar yang terjebak, terluka, atau keluar dari habitatnya. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas konservasi melakukan tindakan penyelamatan dengan lebih cepat dan tepat.

Untuk sementara, kondisi Raya dan Rayu masih terus dipantau oleh tim. Hasil pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan penanganan berikutnya bagi induk dan anak orang utan tersebut. Penyelamatan keduanya menjadi kabar positif di tengah ancaman karhutla yang masih berdampak terhadap kawasan hutan dan kehidupan satwa di Kalimantan Tengah.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DBH Jakarta Dipangkas, DPRD Khawatir Nasib 61 Ribu Siswa Terdampak Program Revitalisasi Sekolah

    DBH Jakarta Dipangkas, DPRD Khawatir Nasib 61 Ribu Siswa Terdampak Program Revitalisasi Sekolah

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DBH Jakarta Dipangkas, DPRD Khawatir Nasib 61 Ribu Siswa Terdampak Program Revitalisasi Sekolah Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi sejumlah program prioritas daerah, termasuk sektor pendidikan. DPRD DKI Jakarta menyampaikan kekhawatirannya terhadap nasib sekitar 61 ribu siswa yang berpotensi terdampak akibat berkurangnya […]

  • Polisi Tangkap Dua Pengedar Tramadol yang Berkamuflase sebagai Toko Kosmetik di Jakarta Barat

    Polisi Tangkap Dua Pengedar Tramadol yang Berkamuflase sebagai Toko Kosmetik di Jakarta Barat

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 59
    • 0Komentar

      Polisi Tangkap Dua Pengedar Tramadol yang Berkamuflase sebagai Toko Kosmetik di Jakarta Barat Polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam peredaran obat keras jenis tramadol di wilayah Jakarta Barat. Dalam menjalankan aksinya, keduanya diduga menggunakan sebuah toko kosmetik sebagai kedok untuk menyamarkan aktivitas penjualan obat-obatan yang seharusnya tidak diperjualbelikan secara bebas kepada masyarakat. […]

  • Polri Jelaskan Tahapan Pelayanan Aksi, Penegakan Hukum Disebut sebagai Langkah Terakhir

    Polri Jelaskan Tahapan Pelayanan Aksi, Penegakan Hukum Disebut sebagai Langkah Terakhir

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

      Polri Jelaskan Tahapan Pelayanan Aksi, Penegakan Hukum Disebut sebagai Langkah Terakhir Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dalam pelaksanaan pelayanan dan pengamanan aksi, Polri menyatakan bahwa pendekatan humanis dan prosedural tetap menjadi bagian penting, dengan seluruh tindakan harus berada dalam koridor hukum dan […]

  • Perkuat Sinergi Warga dan Aparat, Polda Kalbar Dorong Pemanfaatan Layanan 110 Jaga Keamanan

    Perkuat Sinergi Warga dan Aparat, Polda Kalbar Dorong Pemanfaatan Layanan 110 Jaga Keamanan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif adalah tanggung jawab bersama. Menyadari hal tersebut, Polda Kalimantan Barat secara gencar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mengawasi lingkungan dan memanfaatkan layanan darurat Polri 110 guna melaporkan segala bentuk gangguan atau potensi kejahatan yang terjadi di sekitar tempat tinggal Jum’at 8 Mei […]

  • Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat, Polsek Beber Gencar Tertibkan Knalpot Bising

    Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat, Polsek Beber Gencar Tertibkan Knalpot Bising

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat, Polsek Beber Gencar Tertibkan Knalpot Bising CIREBON – Personel Polsek Beber Polresta Cirebon terus meningkatkan kegiatan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot bising. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Penertiban dilakukan sebagai respons terhadap keberadaan kendaraan yang […]

  • Kamis, 7 Mei 2026 Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Wiyagus Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

    Kamis, 7 Mei 2026 Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Wiyagus Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa keberadaan fasilitas simulasi pemilihan digital tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan teknologi E-Voting. Menurutnya, fasilitas tersebut harus berkembang menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus perumusan rekomendasi kebijakan terkait tata kelola pemilu digital di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Peresmian Digital Election Simulation Lab (DESLab) […]

expand_less