Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Pasukan Perdamaian Polri yang Bertugas di Afrika Tengah
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Pasukan Perdamaian Polri yang Bertugas di Afrika Tengah
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan kepada personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang telah menyelesaikan tugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan pengabdian anggota kepolisian dalam menjalankan tugas internasional untuk mendukung keamanan, stabilitas, dan perdamaian dunia.
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut berlangsung pada Senin (19/10/2026) di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan. Penyematan penghargaan dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat yang mewakili Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Penghargaan diberikan kepada personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 yang telah menyelesaikan penugasan dalam misi PBB di Afrika Tengah.
Satyalancana Bhakti Buana merupakan tanda kehormatan yang diberikan atas pengabdian dalam tugas yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara di lingkungan internasional. Bagi personel Polri yang menjalankan misi perdamaian, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas tanggung jawab yang diemban ketika mewakili Indonesia dalam operasi multinasional.
Selama berada di Republik Afrika Tengah, personel Satgas FPU 7 menjalankan tugas pemeliharaan keamanan sesuai mandat MINUSCA. Selain melaksanakan patroli dan mendukung stabilitas di wilayah penugasan, kontingen Indonesia juga dipercaya melakukan pengamanan terhadap kandidat presiden dan wakil presiden yang mengikuti proses pemilihan umum. Tugas tersebut membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi keamanan setempat.
Pengamanan terhadap para kandidat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan proses politik yang aman. Dalam situasi yang memiliki tantangan keamanan, perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pemilihan umum merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban selama tahapan demokrasi berlangsung. Kepercayaan yang diberikan kepada personel Indonesia mencerminkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan profesionalisme.
Di samping tugas keamanan, kontingen Indonesia turut melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan menjalin interaksi bersama masyarakat setempat. Keterlibatan personel Polwan dalam kegiatan yang menyasar perempuan dan anak-anak juga menjadi bagian dari pendekatan untuk memperkuat hubungan dengan warga. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan misi perdamaian mencakup aspek perlindungan masyarakat dan kepedulian sosial, selain tugas pengamanan.
Setelah menyelesaikan masa penugasan selama kurang lebih satu tahun, Satgas FPU 7 MINUSCA kembali ke Indonesia. Untuk menjaga keberlanjutan partisipasi Polri dalam misi perdamaian di Afrika Tengah, Indonesia kemudian melanjutkan penugasan melalui Satgas FPU 8 MINUSCA. Pergantian kontingen tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk tetap berkontribusi dalam upaya internasional menjaga stabilitas dan keamanan.
Keikutsertaan personel Polri dalam operasi perdamaian juga memberikan pengalaman dalam bekerja bersama aparat kepolisian dari berbagai negara. Penugasan multinasional menuntut kemampuan komunikasi lintas budaya, koordinasi operasional, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap aturan dan mandat PBB. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas personel dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada personel Satgas FPU 7 diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan kualitas pengabdian dalam penugasan berikutnya. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa anggota Polri yang menjalankan misi di luar negeri membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik Indonesia melalui perilaku, profesionalisme, dan pelaksanaan tugas yang sesuai dengan ketentuan.
Partisipasi dalam misi perdamaian PBB juga sejalan dengan komitmen Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Melalui keterlibatan personel kepolisian dalam operasi internasional, Indonesia berupaya mengambil bagian dalam kerja sama global untuk mendukung keamanan dan perlindungan masyarakat.
Dengan berakhirnya penugasan Satgas FPU 7 dan berlanjutnya keterlibatan melalui Satgas FPU 8, Polri menegaskan kesinambungan kontribusinya dalam misi pemeliharaan perdamaian. Penganugerahan tanda kehormatan kepada personel yang telah menyelesaikan tugas di Afrika Tengah menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka sekaligus dorongan untuk terus menjalankan amanah negara secara profesional dan bertanggung jawab.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar