Kapolsek Kuwus Kecelakaan Saat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolsek Kuwus Kecelakaan Saat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Kapolsek Kuwus, Iptu Arsilinus Lentar, mengalami kecelakaan lalu lintas ketika tengah menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, ketika Arsilinus bersama sejumlah anggota Polsek Kuwus dalam perjalanan menuju lokasi terdampak bencana.
Arsilinus bersama anggota kepolisian dijadwalkan menuju SDN Golo Binsar, Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat. Kedatangan mereka ke sekolah tersebut merupakan bagian dari kegiatan penanganan pascagempa, termasuk membantu membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak serta menyalurkan bantuan dari Polri kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, kendaraan roda dua yang dikendarai Arsilinus mengalami kecelakaan di Jalan Raya Wae Rawa, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat. Kondisi jalan yang menurun dengan permukaan berpasir dan dipenuhi kerikil lepas membuat sepeda motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tergelincir.
Akibat kecelakaan tersebut, Arsilinus mengalami sejumlah luka ringan. Ia kemudian mendapatkan perawatan di tenda darurat Puskesmas Ranggu, Manggarai Barat. Kondisinya dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian tangan serta memar pada kaki akibat benturan ketika terjatuh.
Peristiwa kecelakaan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah informasinya beredar di media sosial. Meski mengalami kecelakaan, kejadian itu terjadi ketika Kapolsek Kuwus sedang menjalankan tugas untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa bumi.
Gempa yang melanda wilayah Flores dan sejumlah daerah di NTT sebelumnya menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan berbagai unsur lainnya. Pembersihan bangunan yang rusak menjadi salah satu tahapan penting agar fasilitas umum dapat kembali digunakan secara bertahap.
Dalam menjalankan tugas di wilayahnya, personel Polsek Kuwus menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Wilayah hukum Polsek Kuwus mencakup tiga kecamatan dengan kondisi medan yang tidak selalu mudah dilalui. Akses menuju sejumlah lokasi membutuhkan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua karena keterbatasan sarana transportasi operasional.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian ketika harus bergerak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih dalam situasi pascabencana. Hingga saat ini, Polsek Kuwus disebut belum memiliki kendaraan roda empat untuk menunjang kegiatan operasional. Dari lima Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Manggarai Barat, hanya dua Polsek yang diketahui telah memiliki mobil operasional.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, jajaran kepolisian tetap berupaya menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Bantuan dan pelayanan kepada korban gempa terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta kemampuan personel yang tersedia.
Kecelakaan yang dialami Kapolsek Kuwus menjadi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan ketika menjalankan tugas kemanusiaan di daerah yang masih dalam proses pemulihan akibat bencana. Kondisi jalan, medan yang berat, serta keterbatasan kendaraan operasional menjadi sejumlah faktor yang harus dihadapi saat petugas bergerak menuju lokasi terdampak.
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Arsilinus terus dipantau. Sementara itu, kegiatan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa tetap menjadi perhatian aparat di wilayah tersebut. Pemulihan fasilitas umum dan penyaluran bantuan diharapkan dapat terus berjalan sehingga masyarakat dapat secara bertahap kembali menjalankan aktivitasnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat mengenai pentingnya dukungan sarana dan prasarana bagi petugas yang bertugas di wilayah dengan kondisi geografis sulit, terutama ketika harus menangani situasi darurat. Ketersediaan kendaraan operasional dan fasilitas pendukung dapat membantu aparat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan aman.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar