Polri Tegaskan Tidak Ada Impunitas bagi Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Tegaskan Tidak Ada Impunitas bagi Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk apabila melibatkan personel kepolisian. Penegasan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan dugaan keterlibatan sejumlah anggota kepolisian dalam kasus narkoba. Polri memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus atau impunitas kepada siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Jhonny Edison Isir menegaskan bahwa seluruh personel yang diduga terlibat akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Selain diproses secara pidana apabila terbukti melakukan tindak pidana, mereka juga akan menjalani pemeriksaan etik oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota Polri.
Menurut Polri, kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam masa depan bangsa sehingga pemberantasannya harus dilakukan secara konsisten tanpa memandang status maupun jabatan pelaku. Karena itu, setiap personel yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya atau terlibat dalam jaringan narkotika akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan hukum dan kode etik profesi kepolisian.
Kasus ini bermula dari pengungkapan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang mengamankan sejumlah personel kepolisian yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, peredaran gelap narkoba, maupun penyalahgunaan wewenang. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mendalami peran masing-masing pihak serta mengumpulkan alat bukti yang diperlukan sebelum penetapan langkah hukum berikutnya.
Polri menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap para personel dilakukan dengan standar yang lebih ketat sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus menunjukkan bahwa penegakan hukum berlaku sama bagi seluruh warga negara, termasuk aparat penegak hukum sendiri.
Selain penindakan hukum, Polri juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui pengawasan internal, pembinaan personel, serta peningkatan integritas anggota. Evaluasi terhadap sistem pengawasan dilakukan secara berkelanjutan guna meminimalkan potensi penyalahgunaan kewenangan dan memastikan setiap anggota menjalankan tugas sesuai prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.
Polri menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat secara terbuka sesuai tahapan penyidikan. Transparansi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen institusi dalam memberantas narkotika sekaligus menegakkan hukum secara adil tanpa memberikan perlakuan istimewa kepada pihak mana pun.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Saat ini belum ada komentar