Polisi Dalami Jumlah Gift TikTok yang Dicairkan Karyawan Vilmei, Kerugian Capai Rp1,28 Miliar
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Dalami Jumlah Gift TikTok yang Dicairkan Karyawan Vilmei, Kerugian Capai Rp1,28 Miliar
Polisi masih mendalami jumlah dan nilai gift TikTok yang diduga dicairkan oleh karyawan kreator konten MVK alias Vilmei dalam kasus penggelapan saldo milik korban. Perkara tersebut kini memasuki tahap penyidikan setelah polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, angka kerugian sekitar Rp1.282.915.000 yang dilaporkan korban merupakan nilai sementara berdasarkan hasil audit internal serta riwayat transaksi yang disampaikan kepada penyidik. Angka tersebut belum dapat disebut sebagai jumlah bersih uang yang diterima oleh para tersangka.
Menurut polisi, jumlah maupun jenis gift yang dibeli dan kemudian dikirimkan kepada sejumlah akun masih dalam proses pendalaman. Penyidik membutuhkan data transaksi dari pihak TikTok untuk mengetahui secara lebih rinci pergerakan saldo, jumlah koin yang digunakan, jenis gift yang dikirim, serta nilai yang akhirnya berhasil dicairkan oleh para penerima.
Kasus tersebut diduga bermula dari penyalahgunaan akses yang dimiliki salah seorang karyawan Vilmei. Karyawan tersebut diketahui memiliki akses terhadap perangkat perusahaan yang digunakan untuk kegiatan live streaming. Pada perangkat itu, akun TikTok milik Vilmei dalam keadaan telah login sehingga dapat diakses untuk kepentingan pekerjaan.
Akses yang diberikan untuk menunjang aktivitas pekerjaan tersebut diduga kemudian disalahgunakan tanpa sepengetahuan pemilik akun. Polisi menduga saldo yang tersimpan dalam akun TikTok korban dipindahkan dan digunakan untuk melakukan transaksi yang tidak mendapatkan izin dari pemiliknya.
Saldo tersebut diketahui berasal dari berbagai aktivitas yang dilakukan Vilmei sebagai kreator konten dan afiliator. Selain pendapatan dari program afiliasi, saldo juga berkaitan dengan aktivitas penjualan produk sponsor serta hadiah digital atau gift yang diperoleh melalui siaran langsung.
Dalam dugaan modus yang tengah diselidiki, saldo pada akun korban digunakan untuk membeli koin TikTok. Koin tersebut selanjutnya dipakai untuk mengirimkan gift kepada sejumlah akun penerima, termasuk akun yang diduga dikuasai atau berkaitan dengan para tersangka.
Gift yang diterima kemudian diduga dicairkan melalui rekening bank maupun dompet digital. Polisi masih melakukan penelusuran untuk memastikan keseluruhan aliran dana tersebut, termasuk berapa jumlah yang telah dicairkan dan ke mana saja dana tersebut berpindah.
Tiga Orang Telah Ditetapkan sebagai Tersangka
Dalam perkara ini, Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial ZK alias Z yang merupakan karyawan Vilmei, ASR alias A yang diketahui merupakan pacar ZK, serta seorang perempuan berinisial L yang disebut memiliki peran dalam menampung uang hasil dugaan penggelapan.
Ketiga tersangka telah ditahan untuk kepentingan proses penyidikan. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam rangkaian transaksi tersebut. Penambahan tersangka juga masih terbuka apabila penyidik menemukan bukti yang cukup dari hasil pengembangan perkara.
Dari pemeriksaan sementara, uang yang diduga berasal dari saldo TikTok Vilmei disebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi. Polisi masih mendalami penggunaan dana tersebut sekaligus menelusuri transaksi yang dilakukan melalui rekening bank maupun dompet digital.
Polisi Masih Telusuri Aliran Dana
Penyidik saat ini tidak hanya berfokus pada jumlah kerugian yang dialami korban, tetapi juga berusaha memetakan keseluruhan aliran dana. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui secara jelas bagaimana saldo korban berpindah, akun mana saja yang menerima gift, serta bagaimana hasil gift tersebut kemudian dicairkan.
Polisi juga akan mencocokkan hasil audit internal korban dengan data transaksi yang diperoleh dari platform terkait. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah koin yang dibeli, nilai gift yang dikirim, hingga jumlah dana yang benar-benar masuk ke rekening atau dompet digital para penerima.
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penyalahgunaan akses terhadap akun digital yang memiliki nilai ekonomi. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengamanan akses terhadap akun perusahaan, terutama akun yang digunakan untuk aktivitas bisnis dan menghasilkan pendapatan.
Polisi memastikan proses penyidikan masih terus berjalan. Setiap keterangan saksi, dokumen transaksi, serta data digital akan menjadi bagian dari proses pembuktian. Masyarakat juga diminta menunggu hasil penyidikan dan perkembangan resmi dari kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai pihak-pihak yang terlibat.
Dengan masih berlangsungnya proses penyidikan, jumlah kerugian dan nilai dana yang berhasil dicairkan para tersangka dapat berubah setelah seluruh data transaksi selesai dianalisis. Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya fakta baru yang ditemukan selama proses pendalaman perkara.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar