Pengendara Motor Kritis Usai Tabrak Pembatas Proyek di Jalan Merdeka, Minimnya Penerangan dan Rambu Keselamatan Jadi Sorotan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

LUBANG GALIAN - Water barrier untuk galian kabel di Jalan Merdeka, Bandung yang memakan korban pengendara terjatuh dan kini kritis, Minggu 2 Agustus 2026. Pengamat ITB desak Pemkot Bandung benahi sistem PJU usai jalan gelap di Bandung picu lakalantas. Kota Bandung masih kekurangan 30 ribu titik PJU.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengendara Motor Kritis Usai Tabrak Pembatas Proyek di Jalan Merdeka, Minimnya Penerangan dan Rambu Keselamatan Jadi Sorotan
Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal hingga mengalami luka kritis setelah menabrak pembatas proyek atau water barrier yang dipasang di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. Insiden tersebut terjadi pada Minggu dini hari saat arus lalu lintas relatif lengang. Korban yang mengendarai sepeda motor dari arah Bandung Indah Plaza (BIP) menuju Jalan Lembong diduga tidak menyadari adanya pembatas proyek di depan sehingga terjadi benturan keras.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi di sekitar lokasi proyek perbaikan kabel bawah tanah yang berada di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat Balai Kota Bandung. Area pekerjaan telah dipasangi pembatas beton sebagai pengaman, namun kondisi penerangan di sekitar lokasi dinilai kurang memadai sehingga menyulitkan pengendara melihat keberadaan proyek, terutama pada malam hingga dini hari.
Benturan yang terjadi mengakibatkan korban terpental sejauh beberapa meter dari titik tabrakan. Akibat kerasnya benturan, korban mengalami luka serius pada bagian kepala serta mengalami pendarahan di telinga dan hidung. Petugas kepolisian bersama tim medis segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan intensif. Hingga proses penyelidikan berlangsung, kondisi korban masih mendapat perawatan medis.
Kanit Turjagwali Satlantas Polrestabes Bandung menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi atau kehilangan konsentrasi sebelum akhirnya menghantam pembatas proyek. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan karena masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti di lokasi kejadian.
Selain mendalami faktor kelalaian pengendara, kepolisian juga menyoroti aspek keselamatan di area proyek. Menurut petugas, pemasangan rambu-rambu peringatan seharusnya dilakukan dengan jarak yang lebih jauh sebelum lokasi pekerjaan agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk mengurangi kecepatan maupun menghindari area proyek. Kondisi penerangan jalan yang minim juga dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu segera dievaluasi oleh pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.
Peristiwa tersebut memunculkan perhatian masyarakat mengenai pentingnya standar keselamatan pada setiap proyek pekerjaan di ruang publik. Penggunaan pembatas beton, lampu peringatan, reflektor, hingga papan informasi dinilai harus dipasang secara optimal agar mudah terlihat oleh pengguna jalan, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang berkurang. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serupa di kemudian hari.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar selalu berkendara dengan kecepatan yang sesuai, tetap fokus saat berada di jalan, serta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi. Pengguna jalan juga diingatkan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengurangi kecepatan apabila melihat adanya tanda-tanda aktivitas proyek di sekitar jalur yang dilalui.
Sementara itu, penyelidikan terhadap insiden ini masih terus dilakukan guna memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan. Hasil evaluasi nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan proyek jalan sehingga keamanan pengguna jalan tetap terjaga dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar