Pastikan Tak Ada Bara Tersisa, Dansat Brimob Kaltara Pimpin Pendinginan Karhutla
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pastikan Tak Ada Bara Tersisa, Dansat Brimob Kaltara Pimpin Pendinginan Karhutla
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso memimpin langsung kegiatan pemantauan dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Selimau, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Langkah tersebut dilakukan setelah api berhasil dikendalikan, dengan tujuan memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kegiatan pendinginan dilaksanakan sebagai bagian penting dari penanganan karhutla. Api yang telah berhasil dipadamkan tidak selalu berarti kondisi di lapangan sepenuhnya aman. Karena itu, petugas tetap melakukan pemeriksaan dan penyiraman pada sejumlah area terdampak untuk memastikan bara yang masih tersisa benar-benar padam.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 tersebut, personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltara yang dipimpin AKP Edison bekerja sama dengan personel TNI Angkatan Laut dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan. Sebanyak 10 personel Brimob, 10 personel TNI AL, serta 10 personel BPBD terlibat dalam kegiatan pemantauan dan pendinginan di lokasi.
Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso mengatakan bahwa proses pendinginan merupakan tahapan lanjutan yang tidak boleh diabaikan setelah kebakaran berhasil dikendalikan. Petugas harus memastikan kawasan yang sebelumnya terbakar tidak kembali memunculkan titik api, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan panas atau bara.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi kawasan terdampak. Personel juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila masih menemukan asap maupun bara yang berpotensi berkembang menjadi sumber api baru.
Keterlibatan Satbrimob Polda Kaltara dalam penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membantu memastikan penanggulangan karhutla berjalan secara maksimal. Selain pemadaman, proses pemantauan dan pendinginan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali kebakaran yang dapat meluas ke kawasan lain.
Dalam pelaksanaannya, sinergi antara kepolisian, TNI, BPBD, dan instansi terkait terus diperkuat. Kerja sama lintas lembaga dinilai penting karena penanganan karhutla membutuhkan koordinasi yang cepat, terutama dalam memantau kondisi wilayah setelah api berhasil dikendalikan.
Sutrisno juga turun langsung mengecek kondisi di lapangan sekaligus memberikan arahan kepada personel yang bertugas. Ia meminta seluruh anggota tetap berhati-hati dan tidak mengurangi kewaspadaan selama proses pendinginan berlangsung.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak berhenti ketika kobaran api sudah tidak terlihat. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan seluruh area dalam kondisi aman dan tidak menyisakan sumber panas yang dapat memicu kebakaran baru.
Kegiatan monitoring dan pendinginan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan Satbrimob Polda Kaltara dalam menghadapi potensi karhutla. Kepolisian bersama unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi guna mencegah terjadinya kebakaran kembali serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Keselamatan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan karhutla. Oleh karena itu, setiap perkembangan kondisi di lokasi terus dipantau, sementara personel di lapangan diminta segera mengambil langkah apabila kembali ditemukan tanda-tanda munculnya titik api.
Dengan dilakukannya pendinginan secara menyeluruh, petugas berharap kawasan terdampak dapat dipastikan benar-benar aman. Upaya tersebut juga menjadi bentuk kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi dan meluas ke wilayah lain.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar