Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Ono Surono Kecam Dugaan Penyiksaan Perempuan di Cirebon, Desak Polri Bertindak Tegas dan Transparan

Ono Surono Kecam Dugaan Penyiksaan Perempuan di Cirebon, Desak Polri Bertindak Tegas dan Transparan

  • calendar_month 55 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ono Surono Kecam Dugaan Penyiksaan Perempuan di Cirebon, Desak Polri Bertindak Tegas dan Transparan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang dialami seorang perempuan asal Cirebon yang diduga melibatkan seorang oknum anggota kepolisian. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah korban melaporkan dugaan penyekapan, penganiayaan, ancaman, hingga kekerasan seksual kepada Bareskrim Polri dengan pendampingan tim kuasa hukum.

Ono Surono menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum yang berlaku, pelaku harus diproses secara tegas tanpa adanya perlakuan istimewa. Menurutnya, setiap anggota aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga dugaan tindak pidana yang melibatkan aparat justru harus ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Ia menilai bahwa kasus tersebut bukan sekadar persoalan pidana biasa, melainkan menyangkut rasa keadilan masyarakat serta citra institusi penegak hukum. Oleh karena itu, seluruh proses penyelidikan dan penyidikan diharapkan dilakukan secara terbuka dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban selama proses hukum berlangsung.

Berdasarkan laporan yang disampaikan korban, dugaan tindak kekerasan disebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Korban mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari penyekapan, penganiayaan, ancaman menggunakan senjata, dugaan pemaksaan mengonsumsi narkotika, hingga dugaan kekerasan seksual. Bahkan, korban juga mengalami luka bakar serius yang menyebabkan sebagian tubuhnya mengalami cedera berat dan membutuhkan penanganan medis intensif. Seluruh dugaan tersebut kini tengah menjadi bagian dari proses hukum yang ditangani aparat berwenang.

Ono Surono berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia menilai bahwa penanganan perkara secara profesional akan menjadi bukti bahwa institusi kepolisian tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum, termasuk apabila dilakukan oleh anggotanya sendiri.

Selain meminta penegakan hukum yang tegas, Ono juga mendorong agar korban memperoleh pendampingan hukum, perlindungan psikologis, serta layanan kesehatan selama proses penanganan perkara berlangsung. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk memastikan hak-hak korban tetap terlindungi sehingga tidak mengalami tekanan maupun intimidasi yang dapat menghambat proses pencarian keadilan.

Kasus tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem pengawasan internal di lingkungan aparat penegak hukum. Transparansi dalam proses penyelidikan, akuntabilitas, serta pemberian sanksi yang sesuai dengan ketentuan hukum dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga integritas institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Indonesia. Hingga kini, masyarakat masih menantikan perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap laporan yang telah disampaikan korban.

Jurnalis : Mery

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap

    Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bergabung sebagai anggota kepolisian. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh warga negara untuk mengabdi kepada […]

  • Berbeda Pandangan, Ini Sikap Katolik, Protestan, dan Evangelikal Terhadap Isu Palestina

    Berbeda Pandangan, Ini Sikap Katolik, Protestan, dan Evangelikal Terhadap Isu Palestina

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penulis independen Abdul Rohman Sukardi membedah dinamika pandangan dunia kekristenan global terhadap konflik Israel-Palestina. Menurutnya, terdapat tiga arus besar dengan pendekatan yang berbeda, namun memiliki implikasi politik yang nyata. Gereja Katolik yang dipimpin Paus Fransiskus secara konsisten mendukung solusi dua negara dan menekankan status khusus Yerusalem sebagai kota suci bersama. Vatikan menolak klaim […]

  • Banjir Rendam 30 Bangunan di Menyuke, Polisi Turun Langsung Pantau Situasi

    Banjir Rendam 30 Bangunan di Menyuke, Polisi Turun Langsung Pantau Situasi

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 37
    • 0Komentar

    LANDAK – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Banyuke Hulu, mengakibatkan meluapnya Sungai Menyuke. Akibatnya, genangan air melanda permukiman warga dan merendam sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Kamis (7/5/2026). Merespons kondisi tersebut, Kapolsek Menyuke, IPTU I Nyoman Astika, S.H., bersama jajaran personel langsung bergerak […]

  • Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Masuki Babak Baru, 13 Tersangka Segera Jalani Persidangan

    Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Masuki Babak Baru, 13 Tersangka Segera Jalani Persidangan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 13
    • 0Komentar

      Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Masuki Babak Baru, 13 Tersangka Segera Jalani Persidangan Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memasuki tahapan baru dalam proses penegakan hukum. Sebanyak 13 tersangka beserta barang bukti dan berkas perkara telah resmi dilimpahkan penyidik kepada Kejaksaan Negeri Yogyakarta setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap atau P-21. […]

  • Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30: Wamendagr Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien

    Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30: Wamendagr Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Wartawan Berita Polri
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan otonomi daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (27/4/2026). Dalam amanatnya, Bima menegaskan bahwa otonomi daerah […]

  • Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Seluruhnya Berstatus Pengasuh

    Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Seluruhnya Berstatus Pengasuh

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Seluruhnya Berstatus Pengasuh Penyidik Polresta Yogyakarta kembali mengembangkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di Daycare Little Aresha. Dalam perkembangan terbaru, kepolisian menetapkan 14 orang tersangka baru yang seluruhnya merupakan pengasuh di lembaga penitipan anak tersebut. Penetapan ini dilakukan setelah […]

expand_less