Momen Menteri Ara Panggil “Mas Bahlil Ganteng” di Depan Prabowo, Suasana Akad Massal KPR Jadi Cair
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Momen Menteri Ara Panggil “Mas Bahlil Ganteng” di Depan Prabowo, Suasana Akad Massal KPR Jadi Cair
Suasana acara Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berlangsung hangat ketika Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, melontarkan candaan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Candaan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih yang menghadiri acara tersebut.
Saat membuka sambutannya, Maruarar menyapa satu per satu tamu undangan yang hadir. Ketika tiba giliran menyebut nama Menteri ESDM, Ara dengan nada berseloroh memanggil Bahlil sebagai “Mas Bahlil Ganteng”. Ucapan spontan tersebut langsung mengundang tawa dan tepuk tangan dari para peserta acara, sementara Bahlil tampak tersenyum menanggapi candaan rekannya sesama menteri.
Ara kemudian meminta Bahlil berdiri sejenak di hadapan Presiden Prabowo. Ia juga menyebut bahwa kesempatan seperti itu jarang terjadi karena Bahlil merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Candaan tersebut semakin mencairkan suasana acara yang dihadiri berbagai pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat penerima manfaat program rumah subsidi.
Di balik gurauan tersebut, Maruarar memberikan apresiasi atas kontribusi Bahlil dalam mendukung program pembangunan rumah rakyat. Menurut Ara, Kementerian ESDM berperan dalam mendorong pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari perusahaan-perusahaan pertambangan untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dukungan tersebut dinilai memperkuat sinergi antar kementerian dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.
Ara juga menyampaikan bahwa Bahlil memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan kalangan pelaku usaha sehingga berbagai perusahaan bersedia menyalurkan bantuan CSR untuk kepentingan masyarakat. Dengan gaya bercanda, ia mengatakan bahwa Bahlil “pandai menekan”, namun tekanan tersebut dilakukan demi kepentingan rakyat. Pernyataan itu kembali disambut tawa para tamu yang hadir dalam acara tersebut. Presiden Prabowo Subianto yang turut menyaksikan momen tersebut terlihat menikmati suasana penuh keakraban di antara para anggota kabinetnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda utama berupa pelaksanaan akad massal KPR subsidi sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, dan sektor swasta.
Momen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan pemerintah di Batang. Selain menunjukkan hubungan yang akrab di antara para menteri, acara tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan perumahan rakyat melalui kerja sama lintas kementerian dan dukungan dunia usaha, sehingga target penyediaan hunian layak bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar