Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Karhutla di Aceh Barat Kian Meluas, Kebakaran Lahan Gambut Capai 19 Hektare

Karhutla di Aceh Barat Kian Meluas, Kebakaran Lahan Gambut Capai 19 Hektare

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karhutla di Aceh Barat Kian Meluas, Kebakaran Lahan Gambut Capai 19 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Memasuki pekan kedua musim kemarau, luas lahan gambut yang terbakar di kawasan Desa Deuah, Kecamatan Samatiga, dilaporkan telah mencapai sekitar 19 hektare. Meluasnya area terdampak dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang disertai embusan angin kencang sehingga api dengan cepat merambat ke vegetasi kering di sekitar lokasi.

Lahan gambut yang terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam karena karakteristiknya yang mudah menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. Meskipun kobaran api di permukaan dapat dipadamkan, bara yang masih tersisa di lapisan gambut berpotensi kembali memunculkan api apabila kondisi cuaca tetap panas dan kering. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibanding kebakaran pada lahan biasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api. Petugas juga melakukan penyekatan agar kobaran api tidak semakin meluas ke area lain yang masih memiliki vegetasi kering. Selain pemadaman secara langsung, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru selama musim kemarau berlangsung.

Menurut BPBD, cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Tiupan angin yang cukup kencang membuat bara api berpindah ke area lain sehingga memperluas wilayah terdampak. Kondisi tersebut juga menyebabkan proses pengendalian kebakaran menjadi lebih sulit, terutama di kawasan gambut yang memiliki kandungan bahan organik tinggi dan mudah terbakar ketika mengering.

Foto udara memperlihatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Desa Deuah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Luas area terdampak dilaporkan bertambah menjadi 19 hektare.

Selain mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran lahan gambut juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan asap dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara mulai menurun akibat asap karhutla.

Pemerintah daerah terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan karhutla. Selain melakukan pemadaman, petugas juga meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran guna mencegah munculnya titik api baru. Edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan membuat kewaspadaan terhadap ancaman karhutla harus terus ditingkatkan. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Karhutla yang terjadi di Aceh Barat menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem gambut yang memiliki peran besar dalam menyimpan cadangan karbon dan menjaga keseimbangan lingkungan. Penanganan yang cepat, sinergi antarinstansi, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mengendalikan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak lingkungan maupun kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less