Demo 27 Agustus, Dishub DKI Siapkan 120 Petugas dan Empat Mobil Derek
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

PETUGAS DISHUB - Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, 120 petugas tersebut dibagi menjadi dua shift untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama aksi penyampaian pendapat pada Kamis (27/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Demo 27 Agustus, Dishub DKI Siapkan 120 Petugas dan Empat Mobil Derek
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menempatkan 120 petugas di sejumlah titik untuk membantu mengatur lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penyiapan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI dan sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak aktivitas massa. Petugas akan melakukan pengaturan secara situasional sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Selain personel, Dishub DKI juga menyiapkan empat mobil derek. Kendaraan tersebut disiagakan untuk membantu menangani kendaraan yang mengalami kendala maupun menghambat arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Empat mobil derek ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, yakni di Pintu 10 kawasan DPR, bawah Flyover Ladokgi, kawasan Hotel Mulia, serta sekitar FX. Penempatan tersebut dilakukan agar petugas dapat memberikan respons lebih cepat apabila terjadi gangguan kendaraan di titik-titik yang mengalami kepadatan. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Dishub DKI juga menyiapkan sejumlah titik pengaturan lalu lintas di kawasan Senayan dan sekitarnya. Petugas akan memantau pergerakan kendaraan serta melakukan pengaturan apabila arus lalu lintas mulai mengalami peningkatan kepadatan.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, Traffic Light Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, serta kawasan Ladokgi. Pengaturan di lokasi tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
Apabila kondisi lalu lintas tidak memungkinkan kendaraan melewati sejumlah ruas di sekitar Gedung DPR, rekayasa arus dapat diterapkan. Kendaraan dari arah Cawang menuju kawasan tersebut, misalnya, dapat dialihkan melalui sejumlah ruas alternatif menuju kawasan Sudirman, Sisingamangaraja, Asia Afrika, dan Patal Senayan. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Sementara itu, kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang juga dapat diarahkan melalui jalur alternatif apabila terjadi kepadatan. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.
Dishub DKI mengimbau masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar kawasan DPR dan Senayan untuk memperhitungkan waktu perjalanan. Pengendara juga diminta memperhatikan informasi lalu lintas terbaru serta mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan yang terdampak.
Persiapan personel dan kendaraan derek tersebut merupakan bagian dari koordinasi antara Dishub DKI, kepolisian, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi diperlukan agar pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi perubahan situasi.
Masyarakat juga diharapkan tetap tertib selama melintas di kawasan yang menjadi lokasi kegiatan. Apabila terdapat penutupan atau pengalihan arus, pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri melewati jalur tersebut dan mengikuti rute yang telah diarahkan petugas.
Dishub DKI memastikan pemantauan kondisi lalu lintas akan terus dilakukan selama kegiatan berlangsung. Pengaturan dapat berubah sesuai perkembangan situasi sehingga masyarakat disarankan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi terkini.
Dengan kesiapan 120 petugas, empat mobil derek, serta sejumlah titik pengaturan, Dishub DKI berharap aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik di tengah adanya aksi demonstrasi. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengurangi potensi gangguan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar