Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang Pantau Harga Sembako di Pasar Tulungagung, Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang Pantau Harga Sembako di Pasar Tulungagung, Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
INDRAMAYU – Babinsa Koramil 1605/Sukagumiwang melaksanakan pemantauan harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pangan sekaligus memantau kondisi aktivitas perdagangan di wilayah binaan.
Pemantauan harga tersebut menjadi bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam mengikuti perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Informasi mengenai harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang dapat menjadi bahan laporan bagi pihak terkait untuk melihat perubahan harga serta kondisi pasokan barang di pasar.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit. Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, harga cabai rawit mencapai Rp50.000 per kilogram. Perubahan harga komoditas ini penting diperhatikan karena cabai merupakan salah satu bahan pangan yang banyak digunakan masyarakat dalam kebutuhan sehari-hari.
Selain cabai rawit, pemantauan juga mencakup sejumlah bahan pokok lainnya, seperti beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta daging ayam dan daging sapi. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai harga yang berlaku di tingkat pasar dan toko di wilayah tersebut.
Harga kebutuhan pokok dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kondisi pasokan, distribusi, permintaan masyarakat, dan ketersediaan barang di tingkat pedagang merupakan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Karena itu, pemantauan secara berkala diperlukan agar perkembangan harga dapat diketahui lebih awal.
Kegiatan yang dilakukan Babinsa juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dengan pedagang dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di lapangan, aparat kewilayahan dapat memperoleh informasi mengenai situasi perdagangan serta berbagai kondisi yang dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemantauan harga sembako diharapkan dapat mendukung ketersediaan informasi mengenai kondisi ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Data yang dihimpun dapat disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pemantauan dan koordinasi apabila ditemukan perubahan harga yang perlu mendapat perhatian.
Dengan adanya kegiatan monitoring secara rutin, perkembangan harga kebutuhan pokok diharapkan dapat terus terpantau. Sinergi antara aparat kewilayahan, pedagang, dan unsur pemerintah terkait juga diperlukan untuk menjaga kelancaran aktivitas perdagangan serta membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai harga bahan pangan.
Jurnalis: Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar