Polri Kirim 322 Personel ke Sumatera dan Kalimantan, Fokus Edukasi Karhutla
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra Simanjuntak memimpin apel pembekalan di Kompleks STIK/PTIK Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Kirim 322 Personel ke Sumatera dan Kalimantan, Fokus Edukasi Karhutla
Polri kembali memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memberangkatkan 322 personel Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla gelombang kedua ke sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Ratusan personel tersebut akan menjalankan tugas utama berupa edukasi kepada masyarakat sekaligus melakukan evaluasi terhadap strategi pencegahan dan penanganan karhutla yang telah berjalan di lapangan.
Pemberangkatan Satgas Edukasi gelombang kedua dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra Simanjuntak dalam apel pembekalan di Kompleks STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Senin, 7 September 2026.
Personel yang diterjunkan berasal dari peserta didik program pendidikan tingkat manajerial Polri. Mereka terdiri dari peserta didik Sespimti, Sespimmen, dan SPPK Polri yang berada di bawah koordinasi Lemdiklat Polri.
Komjen Panca menjelaskan, keberadaan Satgas Edukasi di daerah menjadi bagian dari langkah preventif untuk mencegah kebakaran sejak dari tingkat masyarakat. Edukasi dinilai penting agar warga memahami risiko dan dampak yang dapat muncul akibat karhutla.
Dalam pelaksanaannya, para personel akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah penugasan. Mereka juga akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai pencegahan kebakaran serta pentingnya menjaga lingkungan.
Polri menilai pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman setelah titik api muncul. Kesadaran masyarakat perlu dibangun sejak awal agar potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi lebih luas.
Selain memberikan penyuluhan, para personel juga akan mengevaluasi kondisi di lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas langkah pencegahan sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperkuat.
Upaya edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak karhutla terhadap berbagai aspek kehidupan. Kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial warga.
Polri sebelumnya juga telah mengerahkan ratusan peserta didik untuk menjalankan misi edukasi karhutla di sejumlah wilayah prioritas. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan yang melengkapi langkah pemantauan, deteksi dini, pemadaman, dan penegakan hukum.
Dalam pelaksanaan tugas, personel Satgas Edukasi akan bekerja bersama aparat kewilayahan hingga tingkat Bhabinkamtibmas. Pendekatan langsung diharapkan membuat pesan pencegahan lebih mudah diterima masyarakat karena disesuaikan dengan kondisi setiap daerah.
Masyarakat juga diingatkan agar ikut berperan dalam menjaga lingkungan. Warga di wilayah rawan karhutla diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun kondisi yang berpotensi memicu munculnya titik api.
Langkah edukasi tersebut juga menjadi upaya untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Pencegahan karhutla dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan bersama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
Polri menegaskan bahwa penanganan karhutla tetap dilakukan secara menyeluruh. Selain pencegahan dan edukasi, pemantauan titik panas, deteksi dini, penanganan kebakaran, serta proses hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan tetap menjadi bagian dari strategi pengendalian.
Pengiriman 322 personel gelombang kedua diharapkan dapat memperkuat kehadiran Polri di wilayah rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Melalui edukasi yang dilakukan secara langsung, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mencegah kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pencegahan sejak dini menjadi perhatian penting karena karhutla dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika kondisi lingkungan kering. Karena itu, keterlibatan masyarakat bersama aparat diharapkan mampu memperkecil potensi kebakaran dan mencegah dampaknya meluas.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar